
Ringkasan Singkat!
- Gigi susu pertama normalnya tumbuh antara usia 6 sampai 12 bulan, tapi ada variasi yang masih tergolong normal.
- Gigi permanen mulai menggantikan gigi susu sekitar usia 6 sampai 7 tahun.
- Gigi anak terlambat tumbuh bisa disebabkan oleh faktor genetik, kekurangan nutrisi, atau kondisi sistemik tertentu.
- Gigi yang terlambat tidak selalu bermasalah, tapi perlu rontgen untuk memastikan benih gigi ada dan posisinya normal.
- Intervensi dini oleh dokter gigi anak bisa mencegah masalah susunan gigi yang lebih serius di kemudian hari.
Banyak orang tua mulai khawatir saat melihat gigi bayi tetangga sudah punya dua gigi sementara anak mereka yang seumuran belum tumbuh satu pun. Atau saat teman sekelas anak sudah ganti gigi permanen, sementara gigi susu si kecil belum juga goyang. Pertanyaannya selalu sama: apakah ini masih normal?
Gigi anak tumbuh terlambat adalah kekhawatiran yang sangat umum di kalangan orang tua. Dan memang ada rentang usia yang normal, tapi ada juga kondisi di mana keterlambatan ini perlu dievaluasi lebih lanjut.
Urutan dan Waktu Normal Tumbuh Gigi Susu
Gigi susu pertama, biasanya gigi seri bawah tengah, umumnya muncul antara usia 6 sampai 10 bulan. Pada usia 2,5 sampai 3 tahun, hampir semua anak sudah memiliki 20 gigi susu lengkap. Tapi ini bukan patokan kaku. Ada bayi yang sudah punya gigi di usia 4 bulan, ada pula yang baru tumbuh di usia 12 sampai 14 bulan dan ini masih dalam rentang normal.
Yang lebih penting dari jadwal tumbuh gigi adalah urutannya. Gigi yang tumbuh berpasangan (kiri-kanan) dalam waktu yang berdekatan, dan tumbuh sesuai urutan dari gigi depan ke belakang, umumnya menandakan perkembangan yang sehat.
Baca juga: Pengaruh Gigi Susu, Ini Alasan Pentingnya Perawatan Gigi Anak Sejak Dini!
Kapan Gigi Anak Dianggap Terlambat?
Secara umum, dokter gigi menggunakan patokan berikut sebagai indikasi yang perlu dievaluasi:
- Bayi belum tumbuh satu pun gigi susu di usia 18 bulan
- Gigi permanen belum mulai muncul di usia 8 tahun padahal gigi susu di posisi yang sama sudah lama goyang atau dicabut
- Satu sisi rahang tumbuh gigi tapi sisi lainnya tidak dalam jangka waktu yang cukup lama
- Gigi susu sudah copot lebih dari 6 bulan tapi gigi permanennya belum juga muncul
Apa yang Bisa Menyebabkan Gigi Anak Terlambat Tumbuh?
Di bawah ini merupakan beberapa faktor yang menyebabkan gigi anak terlambat tumbuh, di antaranya:
1. Faktor Genetik
Ini adalah penyebab paling umum. Jika ayah atau ibu juga mengalami keterlambatan tumbuh gigi di masa kecil, kemungkinan besar anak juga mengikuti pola yang sama. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari penyebab ini.
2. Kekurangan Nutrisi
Kalsium, vitamin D, dan vitamin A berperan penting dalam pembentukan dan mineralisasi gigi. Kekurangan nutrisi ini selama masa bayi dan balita bisa memperlambat proses tumbuh gigi. Memastikan asupan gizi seimbang adalah langkah pencegahan yang paling sederhana.
3. Kondisi Sistemik Tertentu
Beberapa kondisi medis yang lebih jarang dikaitkan dengan gigi anak terlambat tumbuh antara lain hipotiroidisme, hipopituitarisme, dan beberapa sindrom genetik. Pada kondisi ini biasanya ada gejala lain yang juga sudah terdeteksi.
4. Gigi Impaksi atau Tidak Ada Benih Gigi
Kadang gigi permanen ada tapi tidak bisa erupsi karena terhalang gigi susu yang tidak goyang, gigi di sebelahnya, atau tulang yang terlalu padat. Ada pula kondisi yang disebut hipodontia yaitu tidak terbentuknya satu atau beberapa benih gigi sejak dalam kandungan. Kondisi ini hanya bisa diketahui melalui foto rontgen panoramik.
Apa yang Dilakukan Dokter Gigi?
Jika orang tua datang dengan kekhawatiran soal gigi anak yang terlambat tumbuh, dokter gigi anak akan melakukan pemeriksaan fisik dan biasanya merujuk untuk rontgen panoramik. Foto ini memperlihatkan semua benih gigi yang ada di dalam tulang rahang, posisinya, dan perkiraan waktu erupsnya. Dari sini dokter bisa menentukan apakah perlu dipantau saja, apakah ada gigi susu yang perlu dicabut lebih awal untuk memberi jalan, atau apakah diperlukan konsultasi dengan spesialis ortodonti. Di bawah ini merupakan hal yang bisa dilakukan oleh orang tua, di antaranya:
- Pastikan asupan kalsium dan vitamin D anak terpenuhi melalui susu, produk olahan susu, ikan, dan paparan sinar matahari yang cukup.
- Tidak perlu mencoba membantu gigi tumbuh dengan cara memijat gusi terlalu keras atau memberikan benda untuk digigit secara berlebihan.
- Lakukan kunjungan pertama ke dokter gigi anak sebelum usia 1 tahun atau saat gigi pertama muncul, sesuai anjuran IDAI dan PDGI.
- Jika gigi susu sudah copot lebih dari 6 bulan tanpa tanda-tanda gigi permanen muncul, periksakan ke dokter gigi.
Di Klinik Gigi Damessa, dokter gigi anak siap mengevaluasi kondisi pertumbuhan gigi si kecil dengan pendekatan yang ramah dan teliti. Pemeriksaan dini memberikan ketenangan pikiran dan memastikan tumbuh kembang gigi anak berjalan dengan optimal.
Referensi
- Suri L, Gagari E, Vastardis H. (2004). Delayed tooth eruption: Pathogenesis, diagnosis, and treatment. A literature review. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, 126(4), 432–445. doi:10.1016/j.ajodo.2003.10.031