Gigi Patah Akibat Trauma

Ringkasan Singkat!

  • Gigi patah akibat trauma seperti kecelakaan bisa ditanamkan kembali jika ditangani dalam 30 sampai 60 menit pertama.
  • Cara menyimpan gigi yang tanggal sangat menentukan keberhasilan re-implantasi.
  • Jangan membersihkan akar gigi yang copot dengan cara menyikat karena akan merusak sel ligamen yang masih hidup.
  • Gigi yang retak sebagian juga perlu segera ke dokter gigi meski tidak terasa sakit.
  • Anak-anak lebih sering mengalami trauma gigi daripada yang disadari, terutama saat bermain atau berolahraga.

Kecelakaan terjadi tanpa peringatan. Jatuh dari sepeda, benturan saat berolahraga, atau kecelakaan lain yang mengenai area mulut bisa menyebabkan gigi patah, retak, atau bahkan copot sepenuhnya. Dalam situasi gigi patah akibat trauma, apa yang Anda lakukan dalam 30 menit pertama bisa menentukan apakah gigi itu masih bisa diselamatkan atau tidak.

Penanganan darurat pada trauma gigi adalah salah satu situasi di mana kecepatan benar-benar penting. Artikel ini membantu Anda mengetahui apa yang harus dilakukan.

Jenis-Jenis Gigi Patah Akibat Trauma 

Gigi patah akibat trauma bisa terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari gigi yang copot sepenuhnya hingga patah sebagian atau bergeser ke dalam. Memahami jenis cedera gigi ini penting agar penanganan bisa dilakukan tepat waktu dan risiko kerusakan jangka panjang bisa diminimalkan. Berikut adalah penjelasannya.

1. Gigi Copot Sepenuhnya (Avulsi)

Ini adalah kondisi trauma gigi paling kritis. Gigi permanen yang copot sepenuhnya bisa ditanamkan kembali (re-implantasi) dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik asalkan penanganannya cepat dan benar. Waktu ideal untuk melakukan re-implantasi adalah 30 menit pertama. Setelah 60 menit, sel ligamen periodontal di permukaan akar mulai mati dan prognosis re-implantasi menurun drastis. Penting untuk diketahui, gigi susu yang copot tidak perlu di-re-implantasi karena bisa mengganggu pertumbuhan benih gigi permanen.

2. Gigi Patah Sebagian

Gigi patah sebagian akibat trauma dapat berbahaya dan memerlukan penanganan intensif dokter tergantung seberapa besar yang patah dan kondisi anatomi gigi. Jika hanya ujung enamel yang retak, biasanya tidak darurat tapi tetap perlu ke dokter gigi dalam 1 sampai 2 hari. Jika patahan sampai dentin, gigi mulai terasa sensitif. Jika sudah sampai terlihat titik merah muda atau merah di tengah patahan, itu berarti pulpa sudah terekspos dan ini memerlukan penanganan segera.

3. Gigi Bergeser atau Tertekan ke Dalam

Benturan keras bisa mendorong gigi ke dalam soketnya atau menggeser posisinya tanpa sampai copot. Meskipun belum sampai ke tahap gigi patah akibat trauma, kondisi gigi bergeser pada anak-anak perlu evaluasi segera karena bisa merusak benih gigi permanen.

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Gigi Copot?

Saat gigi copot sepenuhnya, tindakan cepat dan tepat sangat menentukan peluang gigi bisa dipertahankan. Penanganan awal yang benar menjadi kunci sebelum gigi dibawa ke dokter gigi untuk re-implantasi. Ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika gigi copot.

  • Ambil gigi, pegang hanya pada mahkota (bagian putih), jangan sentuh akarnya
  • Jika kotor, bilas sebentar dengan susu atau air bersih mengalir. Jangan digosok, jangan dibersihkan dengan sabun atau alkohol
  • Jika memungkinkan dan pasien kooperatif, coba masukkan kembali gigi ke soketnya dan gigit kain bersih untuk menahannya
  • Jika tidak bisa masuk kembali, simpan gigi dalam susu segar, air liur pasien, atau larutan garam steril. Jangan simpan dalam air biasa atau bungkus tisu kering
  • Segera pergi ke klinik gigi atau UGD rumah sakit yang memiliki dokter gigi dalam 30 menit

Baca juga: Jangan Bingung, Ini Perawatan Untuk Gigi yang Patah!

Penanganan Gigi Patah Akibat Trauma di Klinik

Dokter gigi akan membersihkan soket, menilai kondisi akar dan ligamen yang tersisa, lalu melakukan re-implantasi dan menstabilkan gigi dengan splint ke gigi-gigi di sebelahnya selama 2 sampai 4 minggu. Setelah itu biasanya diperlukan perawatan saluran akar untuk mencegah infeksi dari pulpa yang sudah tidak vital.

Pencegahan Trauma Gigi

Untuk mencegah terjadinya masalah seperti gigi patah akibat trauma, Anda dapat melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Gunakan mouthguard saat berolahraga kontak seperti sepak bola, basket, atau bela diri
  • Pada anak-anak, pastikan lingkungan bermain bebas dari sudut tajam yang berisiko
  • Jangan menggunakan gigi sebagai alat untuk membuka kemasan atau memotong benang

Jika Anda atau anak mengalami gigi patah akibat trauma, segera hubungi Klinik Gigi Damessa untuk penanganan darurat. Tim dokter kami siap menilai kondisi dan menentukan langkah terbaik untuk memaksimalkan kemungkinan gigi bisa diselamatkan. Kunjungi Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi kesehatan gigi menarik lainnya. 

Referensi

  • Coste SC, et al. (2020). Survival of Replanted Permanent Teeth after Traumatic Avulsion. Journal of Endodontics, 46(3), 370–375. doi:10.1016/j.joen.2019.11.013
  • International Association of Dental Traumatology (IADT). (2020). Guidelines for the Management of Traumatic Dental Injuries. Dental Traumatology, 37(4).