
Ringkasan Singkat!
- Benjolan merah muda dari gigi berlubang bisa merupakan kondisi polip gigi (chronic hyperplastic pulpitis).
- Hal tersebut bisa terjadi karena pulpa gigi masih hidup dan bereaksi terhadap iritasi kronis.
- Meski tidak sakit, polip gigi tetap berbahaya dan harus dirawat dokter gigi.
- Penanganan bisa berupa perawatan saluran akar atau pencabutan, tergantung kondisi gigi.
Tenang dulu. hal itu bukan daging tumbuh sembarangan, melainkan sesuatu yang dikenal sebagai kondisi polip gigi atau pulp polyp dalam dunia kedokteran gigi. Meskipun kelihatannya menyeramkan, kondisi ini punya mekanisme yang sangat menarik dan justru menunjukkan bagaimana tubuh mencoba melindungi diri. Yuk, kita bahas!
Apa Itu Polip Gigi?
Polip gigi adalah kondisi ketika jaringan pulpa, bagian terdalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah, mengalami pertumbuhan berlebih dan keluar melalui lubang gigi berlubang yang besar. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut chronic hyperplastic pulpitis. Kondisi tersebut muncul karena pulpa masih vital (hidup) dan tubuh mencoba mempertahankan diri dengan membentuk jaringan granulasi sebagai respon terhadap iritasi kronis dari bakteri.
Baca juga: Jangan Abai! Ini 5 Tanda Seseorang Mengalami Polip Gigi
Kenapa Polip Gigi Bisa Muncul Benjolan Seperti Daging dari Gigi Berlubang?
Gigi berlubang yang dibiarkan terlalu lama akan membuka akses langsung ke ruang pulpa. Ketika bakteri dari mulut terus masuk, tubuh memicu mekanisme pertahanan alami.
Prosesnya terjadi bertahap:
- Pulpa mengalami peradangan akibat iritasi terus-menerus
- Aliran darah meningkat untuk membawa sel imun
- Terbentuk jaringan granulasi sebagai upaya perbaikan
- Jika lubang cukup besar, jaringan ini tumbuh keluar dan tampak seperti benjolan merah atau merah muda
Menariknya, polip gigi sering tidak terasa sakit, terutama pada anak dan remaja. Hal ini karena pulpa pada usia muda sangat kaya pembuluh darah sehingga respon peradangannya bersifat hiperplastik, bukan kematian jaringan.
Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Polip Gigi?
Berdasarkan laporan klinis di berbagai jurnal endodontik, kondisi polip gigi lebih sering ditemukan pada:
1. Anak-anak dan Remaja
Kondisi polip gigi lebih sering ditemukan pada anak-anak dan remaja karena beberapa faktor. Pada anak-anak, ruang pulpa gigi lebih besar dan masih berkembang, yang memungkinkan polip untuk tumbuh lebih cepat. Selain itu, kemampuan regenerasi jaringan pada usia muda juga lebih tinggi, yang mendukung pembentukan polip sebagai respons terhadap iritasi atau infeksi.
2. Gigi Geraham dengan Lubang Besar
Gigi geraham, terutama yang mengalami kerusakan parah akibat gigi berlubang besar, lebih rentan terhadap pembentukan polip gigi. Kerusakan yang luas membuka akses bagi bakteri dan mikroorganisme lain untuk mencapai pulpa, menyebabkan peradangan yang dapat berkembang menjadi polip, terutama jika tidak segera ditangani.
3. Gigi Berlubang yang Lama Tidak Dirawat
Gigi berlubang yang dibiarkan tanpa pengobatan dalam jangka waktu lama lebih rentan terhadap pembentukan polip. Infeksi yang berlangsung terus-menerus akan merusak jaringan pulpa, dan tubuh merespons dengan menghasilkan jaringan granulasi yang akhirnya membentuk polip gigi.
4. Gigi Patah dengan Pulpa Terbuka
Gigi yang patah dan memiliki pulpa terbuka merupakan kondisi yang sangat rentan terhadap infeksi. Ketika pulpa gigi terpapar langsung ke lingkungan luar, mikroorganisme dapat dengan mudah masuk dan menyebabkan peradangan. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dapat menyebabkan terbentuknya polip gigi sebagai respons tubuh terhadap infeksi.
5. Pasien dengan Kebersihan Mulut Kurang Baik
Kebersihan mulut yang buruk adalah faktor risiko utama dalam perkembangan polip gigi. Penumpukan plak dan bakteri di gigi dan gusi dapat memicu infeksi pada pulpa gigi, yang pada akhirnya dapat mengarah pada pembentukan kondisi tersebut. Pasien yang tidak rutin menjaga kebersihan mulut mereka berisiko lebih tinggi mengalami masalah gigi, termasuk kondisi polip gigi.
Secara keseluruhan, kondisi polip gigi sering ditemukan pada individu dengan kondisi gigi yang tidak sehat atau terlambat mendapatkan perawatan yang tepat. Faktor-faktor seperti usia, kebiasaan merawat gigi, dan keparahan kerusakan gigi sangat mempengaruhi risiko pembentukan polip.
Apakah Polip Gigi Berbahaya Jika Dibiarkan?
Walaupun sering tidak menimbulkan nyeri, kondisi polip gigi tetap perlu mendapat perhatian serius. Jika tidak ditangani dengan benar, infeksi dapat menyebar hingga mencapai akar gigi dan bahkan tulang rahang, memperburuk kondisi gigi secara keseluruhan. Selain itu, polip tidak akan mengecil atau hilang dengan sendirinya, dan dapat semakin memburuk seiring waktu jika tidak segera ditangani. Jaringan pada area polip juga cenderung lebih mudah berdarah, terutama saat mengunyah makanan, yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan lebih lanjut.
Kerusakan pada struktur gigi pun akan semakin parah seiring berjalannya waktu. Hal ini meningkatkan risiko abses, yang dapat menyebabkan nyeri hebat di kemudian hari. Kondisi polip gigi pada dasarnya adalah tanda bahwa kerusakan gigi telah mencapai tahap lanjut dan memerlukan perawatan profesional segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut
Bagaimana Cara Pengobatan Polip Gigi?
Penanganan kondisi polip gigi tergantung pada kondisi gigi dan usia pasien. Jika gigi masih dapat dipertahankan, penanganan yang dilakukan berbeda-beda tergantung jenis gigi dan usia pasien. Pada anak-anak, gigi yang terkena polip biasanya masih dalam tahap perkembangan, sehingga perawatan pulpa vital seperti pulpotomi atau pulpektomi dapat dilakukan untuk menyelamatkan gigi tersebut. Pada gigi permanen, perawatan yang lebih lanjut seperti saluran akar (root canal treatment) sering kali diperlukan untuk mengatasi masalah yang lebih dalam, kemudian dilanjutkan dengan tambalan atau mahkota gigi untuk memperbaiki dan melindungi struktur gigi.
Namun, jika kerusakan gigi sudah terlalu parah, seperti pada kasus di mana struktur gigi yang tersisa sangat sedikit, akar gigi rusak, atau infeksi sudah meluas, pencabutan gigi mungkin menjadi pilihan terbaik. Pencabutan dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut seperti infeksi pada gigi yang menyebar ke bagian lain. Semua keputusan mengenai perawatan gigi ini tentunya akan didasarkan pada pemeriksaan klinis yang cermat dan hasil radiografis untuk memastikan penanganan yang paling tepat dan efektif bagi pasien.
Segera periksakan gigi jika kamu atau anakmu mengalami benjolan merah atau merah muda keluar dari gigi berlubang, gigi berlubang besar yang tidak kunjung dirawat, gusi mudah berdarah di sekitar gigi berlubang, dan bau mulut atau rasa tidak nyaman saat mengunyah.
Di Klinik Gigi Damessa, kasus polip gigi ditangani oleh dokter gigi berpengalaman dengan pendekatan yang teliti dan nyaman, baik untuk anak maupun dewasa. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk menentukan perawatan terbaik, mulai dari perawatan pulpa hingga restorasi gigi.
Jangan tunggu sampai infeksi semakin parah! Yuk, periksa gigi berlubang sedini mungkin di Klinik Gigi Damessa dan jaga kesehatan gigi keluarga dengan aman dan nyaman. Jika suka konten seperti ini, Anda juga bisa follow instagram di damessa.dentalclinic untuk mendapatkan informasi kesehatan gigi lainnya.
Referensi:
- Mando A, Laflouf M, Tolibah YA. The Management of Hyperplastic Pulpitis in Immature Permanent Molar Using Vital Pulp Therapy: A Case Report with 12 Months Follow-Up. Case Rep Dent. 2024 Jun 10;2024:5280168. doi: 10.1155/2024/5280168. PMID: 38899006; PMCID: PMC11186690.