
Rekap singkat!
- Ortodonti interseptif adalah perawatan ortodonti tahap awal yang dilakukan pada anak-anak saat gigi susu dan gigi permanen masih tumbuh bersamaan.
- Gigi yang berjejal, open bite/crossbite, posisi rahang bawah bermasalah, kebiasaan mengisap jempol, dan gigi susu hilang dapat menjadi tanda anak butuh perawatan.
- Jenis-jenis perawatan ortodonti interseptif meliputi space maintainer, expansion appliance, habit-breaking appliance, dan partial braces.
Banyak orang tua berpikir bahwa anak baru perlu ke ortodontis saat semua gigi permanen sudah tumbuh atau kondisi gigi terlihat berantakan. Padahal, masalah gigi dan rahang bisa dimulai jauh sebelum itu.
Nah, di sinilah ortodonti interseptif berperan penting! Sebuah langkah pencegahan untuk membantu gigi anak tumbuh di posisi yang benar sebelum masalah berkembang menjadi lebih parah.
Apa itu Ortodonti Interseptif?
Ortodonti interseptif adalah perawatan ortodonti tahap awal yang dilakukan pada anak-anak saat gigi susu dan gigi permanen masih tumbuh bersamaan (mixed dentition). Tujuannya bukan hanya untuk merapikan gigi, tapi juga untuk mencegah kelainan posisi gigi dan rahang (maloklusi) agar masalahnya tidak semakin kompleks di kemudian hari.
Menurut American Association of Orthodontist (2023), pemeriksaan ortodonti pertama yang ideal bagi anak dilakukan pada usia 7 tahun. Pada usia ini, dokter dapat menilai apakah rahang anak berkembang seimbang, kebiasaan yang perlu diberhentikan, atau kecukupan ruang untuk gigi permanen.
Kapan Anak Memerlukan Ortodonti Interseptif?
Beberapa tanda yang bisa menjadi sinyal anak perlu evaluasi ortodonti dini, antara lain:
- Gigi berjejal atau tumbuh miring
- Gigi depan atas dan bawah tidak bertemu dengan baik (open bite/crossbite)
- Rahang bawah terlihat lebih maju atau mundur dari seharusnya
- Kebiasaan mengisap jempol atau mendorong lidah yang terus berlanjut setelah usia 4 tahun
- Gigi susu hilang terlalu cepat akibat karies atau trauma (tanggal prematur)
Berdasarkan penelitian Harrison et al. (2022), intervensi dini dapat mengurangi kebutuhan alat ortodonti kompleks di masa remaja hingga 30–40%.
Apa Saja Jenis-Jenis Perawatan Ortodonti Interseptif?
Setiap anak tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda, tapi beberapa perawatan umum yang sering dilakukan meliputi:
1. Space Maintainer
Space maintainer digunakan untuk menjaga ruang gigi apabila gigi susu lepas terlalu cepat sebelum gigi permanen tumbuh. Alat ini mencegah gigi di sebelahnya bergeser dan menutup ruang yang seharusnya menjadi tempat tumbuh gigi tetap. Dengan ruang yang terjaga, gigi permanen dapat tumbuh di posisi yang lebih ideal.
Baca juga: Tips Anti Bau Mulut Saat Berpuasa!
2. Expansion Appliance
Expansion appliance berfungsi untuk memperlebar rahang atas yang terlalu sempit. Rahang yang sempit dapat menyebabkan gigi berjejal dan gangguan gigitan jika tidak ditangani sejak dini. Dengan memperluas rahang pada usia pertumbuhan, ruang untuk gigi menjadi lebih cukup dan risiko perawatan ortodonti berat di masa depan dapat dikurangi.
3. Habit-Breaking Appliance
Habit-breaking appliance digunakan untuk membantu menghentikan kebiasaan oral yang merugikan, seperti mengisap jempol atau mendorong lidah. Kebiasaan ini dapat memengaruhi posisi gigi dan pertumbuhan rahang anak jika dibiarkan. Alat ini bekerja dengan memberikan penghalang atau pengingat sehingga anak perlahan menghentikan kebiasaan tersebut.
4. Partial Braces
Partial braces adalah behel yang dipasang hanya pada beberapa gigi tertentu. Perawatan ini bertujuan untuk mengarahkan pertumbuhan atau posisi gigi yang bermasalah tanpa perlu memasang behel penuh. Perawatan ini sering digunakan pada fase tumbuh kembang anak untuk mencegah masalah yang lebih kompleks di kemudian hari.
Kenapa Perawatan Ortodonti Interseptif Perlu Dilakukan Sedari Dini?
Perawatan ortodonti interseptif yang dilakukan sedari dini mempunyai banyak sekali manfaat, lho! Beberapa di antaranya yaitu mencegah masalah besar di masa depan, menghindari pencabutan gigi yang tidak perlu, mengurangi waktu dan biaya perawatan di usia remaja, dan meningkatkan kepercayaan diri si kecil.
Jadi, semakin dini masalah gigi dideteksi, semakin besar peluang hasil perawatan yang optimal. Yuk, jangan tunggu sampai anak mengeluh atau giginya terlihat berantakan. Segera jadwalkan pemeriksaan ortodontik si kecil di Damessa Dental Clinic. Jangan lupa ikuti akun Instagram @damessa.dentalclinic untuk tips kesehatan lainnya!