
Rekap Singkat!
- Tumor gusi adalah jenis kanker mulut yang tumbuh pada jaringan gusi.
- Penyebab utamanya tembakau, alkohol, infeksi HPV, dan iritasi kronis pada mulut.
- Gejala umum yang ditimbulkan berupa luka di gusi yang tidak sembuh, benjolan, gigi goyang, nyeri saat makan atau bicara.
Masalah kesehatan gusi sering kali terabaikan oleh banyak orang, padahal kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani. Gusi yang mengalami iritasi kronis atau luka yang tak kunjung sembuh dapat menjadi pertanda awal dari gangguan serius, termasuk kanker gusi.
Tumor gusi adalah salah satu bentuk kanker rongga mulut yang perlu dikenali sejak dini agar tidak berkembang lebih parah. Dengan memahami faktor risiko, gejala, dan solusi medisnya, kita bisa lebih waspada dalam menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh.
Pentingnya Mewaspadai Masalah Pada Gusi
Kesehatan gusi merupakan bagian penting dari kesehatan mulut yang sering kali kurang diperhatikan. Tumor atau kanker gusi tidak selalu menunjukkan gejala yang mencolok pada awalnya, sehingga banyak kasus ditemukan ketika sudah dalam tahap lanjut. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami tanda-tanda awal dan faktor risikonya agar dapat mengambil tindakan sedini mungkin.
Penyebab Tumor Gusi
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko terjadinya tumor pada gusi:
1. Penggunaan Tembakau
Baik dalam bentuk rokok maupun tembakau kunyah, tembakau adalah faktor risiko utama dalam perkembangan kanker gusi. Kandungan zat karsinogenik di dalamnya dapat merusak sel-sel sehat dan memicu pertumbuhan sel abnormal.
2. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol dapat merusak jaringan lunak mulut, dan jika dikombinasikan dengan tembakau, risiko kanker meningkat secara signifikan. Efek iritatif dari alkohol membuat sel-sel gusi lebih rentan terhadap mutasi.
3. Infeksi HPV (Human Papillomavirus)
Infeksi HPV, khususnya tipe 16, telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker di area mulut dan tenggorokan, termasuk gusi. HPV dapat menyebabkan perubahan seluler yang meningkatkan risiko keganasan.
4. Iritasi Kronis pada Mulut
Gigi palsu yang tidak pas, tambalan tajam, atau gigi rusak yang dibiarkan bisa menyebabkan gesekan atau iritasi terus-menerus pada gusi. Kondisi ini bisa memicu perubahan sel dalam jangka panjang.
5. Faktor Nutrisi dan Kekebalan Tubuh
Asupan vitamin yang tidak mencukupi serta gangguan sistem imun dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menjaga kesehatan jaringan mulut dan gusi.
Dampak Tumor Gusi
Tumor gusi yang tidak ditangani dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius:
1. Kerusakan Jaringan dan Tulang
Tumor ganas dapat merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Lalu, bisa terjadi kondisi gigi goyang dan struktur rahang dapat terpengaruh secara permanen.
2. Gangguan Fungsi Mulut
Pasien dapat mengalami kesulitan mengunyah, menelan, atau berbicara akibat pertumbuhan massa tumor di gusi. Hal ini berdampak langsung pada kualitas hidup sehari-hari.
3. Penyebaran ke Organ Lain (Metastasis)
Kanker gusi dapat menyebar ke kelenjar getah bening di leher atau organ vital lainnya, seperti paru-paru, jika tidak didiagnosis dan ditangani pada tahap awal.
4. Dampak Psikologis
Perubahan fisik akibat pengangkatan tumor atau perawatan lanjutan bisa menimbulkan stres, rasa cemas, hingga gangguan kepercayaan diri.
Solusi untuk Mengatasi Tumor Gusi
Penanganan tumor gusi harus ditentukan oleh tenaga medis profesional, tergantung dari stadium kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan. Beberapa langkah utama meliputi:
1. Biopsi dan Pemeriksaan Lanjutan
Diagnosis ditegakkan melalui pengambilan sampel jaringan (biopsi). Setelah itu, pemeriksaan seperti CT scan atau MRI mungkin diperlukan untuk mengetahui sejauh mana penyebaran kanker.
2. Pembedahan
Operasi pengangkatan tumor merupakan penanganan utama untuk sebagian besar kasus. Dalam beberapa kasus, tulang rahang atau jaringan sekitarnya juga perlu diangkat.
3. Radioterapi
Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel kanker. Biasanya dilakukan setelah operasi atau pada kasus di mana pembedahan tidak memungkinkan.
4. Kemoterapi
Kemoterapi diberikan dalam bentuk obat-obatan sistemik yang bekerja menghancurkan sel kanker di seluruh tubuh. Bisa diberikan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi.
5. Imunoterapi dan Terapi Target
Metode ini digunakan pada kasus kanker lanjut atau yang tidak merespons terapi lain. Imunoterapi membantu sistem imun pasien mengenali dan melawan sel kanker.
Pencegahan Tumor Gusi
Tindakan pencegahan sangat penting untuk menghindari risiko terkena tumor gusi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Berhenti Merokok dan Hindari Tembakau
Menghentikan kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau adalah langkah paling efektif untuk menurunkan risiko kanker mulut.
2. Kurangi Konsumsi Alkohol
Hindari konsumsi alkohol berlebihan, terutama jika Anda juga merokok.
3. Jaga Kebersihan Mulut Secara Rutin
Menyikat gigi, menggunakan benang gigi, dan membersihkan gigi secara profesional secara teratur dapat membantu mencegah iritasi atau infeksi kronis.
4. Perbaiki Masalah pada Gigi atau Gusi
Pastikan gigi palsu pas, tambalan tidak tajam, dan tidak ada gigi rusak yang dibiarkan terlalu lama.
5. Vaksinasi HPV
Vaksin HPV direkomendasikan untuk remaja dan dewasa muda guna mencegah infeksi yang berkaitan dengan kanker orofaring dan mulut.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Meskipun cara-cara di atas bisa memberikan bantuan sementara, keluhan pada gusi yang terus berlanjut harus segera ditangani oleh dokter gigi. Diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai akan membantu mengatasi penyebab utama masalah dan mencegah kondisi berkembang lebih serius.
Segera kunjungi Klinik Gigi Damessa untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat dari tenaga profesional. Untuk informasi dan konten menarik lainnya, Anda bisa mengunjungi situs resmi atau mengikuti Instagram @damessa.dentalclinic.
Referensi:
- Mayo Clinic. (2023). Mouth Cancer: Symptoms and Causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mouth-cancer/symptoms-causes/syc-20350997
Ditinjau oleh: drg. Brenda Regina Christy
Merupakan dokter gigi lulusan pendidikan Dokter Gigi Universitas Airlangga yang merupakan seorang Supervisor Dentist Human Capital di Damessa Dental Care.