sariawan karena behel gigi

Ringkasan Singkat:

  • Sariawan karena behel gigi merupakan kondisi umum yang terjadi akibat gesekan antara komponen kawat gigi dengan jaringan lunak di dalam mulut.
  • Penyebab kondisi ini meliputi proses adaptasi awal, ujung kawat yang tajam, hingga kebersihan mulut yang kurang terjaga selama masa perawatan orthodontic.
  • Mengatasi sariawan karena behel gigi dapat dilakukan dengan penggunaan lilin khusus, menjaga hidrasi, serta melakukan konsultasi rutin ke dokter gigi untuk penyesuaian kawat.

Memulai perjalanan untuk merapikan posisi gigi dengan kawat gigi adalah langkah besar menuju senyum yang lebih menawan. Namun, pada masa-masa awal pemakaian, tidak jarang muncul kendala berupa luka kecil di area pipi bagian dalam atau bibir. Kondisi sariawan karena behel gigi sering kali menjadi keluhan yang membuat proses makan dan berbicara menjadi tidak nyaman. 

Memahami mengapa luka ini muncul dan bagaimana langkah penanganan yang tepat sangat penting agar proses perawatan gigi tetap berjalan lancar tanpa hambatan rasa nyeri yang berkepanjangan. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai penyebab serta cara mengatasinya secara efektif.

Mengapa Sariawan Muncul Saat Memakai Behel?

Pemasangan komponen logam di dalam mulut tentu memerlukan waktu adaptasi bagi jaringan mukosa. Secara mekanis, permukaan bracket atau ujung kawat yang menonjol dapat bergesekan secara terus-menerus dengan dinding mulut yang sensitif. Gesekan inilah yang kemudian menimbulkan luka terbuka atau ulcer yang kita kenal sebagai sariawan. Munculnya sariawan karena behel gigi biasanya paling intens dirasakan pada satu hingga dua minggu pertama setelah pemasangan atau sesaat setelah melakukan kontrol rutin di mana kawat gigi baru saja dikencangkan kembali.

Gejala dan Rasa Tidak Nyaman yang Umum Dirasakan

Tanda awal yang sering muncul adalah adanya area kemerahan yang terasa perih saat terkena lidah atau makanan. Luka ini biasanya berbentuk bulat atau oval dengan warna putih atau kekuningan di bagian tengahnya. Rasa nyeri akibat sariawan karena behel gigi dapat meningkat secara signifikan saat Anda mengonsumsi makanan yang bersuhu panas, pedas, atau asam. Gangguan ini jika dibiarkan dapat mempengaruhi pola makan dan kualitas istirahat karena sensasi berdenyut yang muncul pada area luka.

Dalam beberapa kasus, sariawan yang muncul bisa berjumlah lebih dari satu di area yang berbeda, tergantung di mana titik gesekan terkuat terjadi. Meskipun sangat mengganggu, kondisi ini umumnya tidak berbahaya asalkan penanganannya dilakukan dengan benar. Penting bagi Anda untuk segera melakukan tindakan pencegahan agar luka tidak semakin lebar dan tidak mengganggu jadwal kontrol rutin yang telah ditetapkan oleh dokter gigi.

Berikut adalah beberapa langkah praktis dan efektif yang dapat diterapkan untuk membantu meredakan serta mempercepat penyembuhan sariawan di rumah:

1. Gunakan Lilin Behel atau Orthodontic Wax 

Lilin khusus behel merupakan solusi paling cepat untuk menghentikan gesekan langsung antara kawat gigi dengan dinding mulut. Cara penggunaannya cukup dengan mengambil sedikit lilin, lalu menempelkannya pada bagian bracket atau ujung kawat yang terasa tajam dan memicu luka. Dengan adanya lapisan pelindung dari orthodontic wax ini, jaringan mulut yang sedang luka akan mendapatkan waktu untuk pulih tanpa teriritasi kembali oleh gesekan material behel.

2. Berkumur dengan Larutan Air Garam Secara Rutin 

Air garam memiliki sifat antiseptik alami yang sangat membantu dalam membersihkan area luka dari bakteri berbahaya. Larutkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat, kemudian gunakan untuk berkumur selama 30 detik sebelum dibuang. Langkah ini efektif untuk meredakan peradangan pada sariawan karena behel gigi serta membantu menjaga keseimbangan pH di dalam rongga mulut Anda agar tetap sehat.

3. Menghindari Makanan Pemicu Iritasi 

Selama sariawan masih aktif, sangat disarankan untuk menjauhi makanan yang memiliki tekstur keras, sangat pedas, atau mengandung asam yang tinggi seperti jeruk dan nanas. Makanan dengan tekstur lunak dan suhu ruang akan jauh lebih nyaman untuk dikonsumsi tanpa memberikan rangsangan nyeri tambahan pada luka. Hal ini sangat membantu kerja sistem imun dalam menutup luka sariawan karena behel gigi dengan lebih cepat tanpa gangguan zat kimia dari makanan.

4. Meningkatkan Hidrasi dan Konsumsi Air Putih 

Mulut yang lembap adalah lingkungan terbaik untuk penyembuhan luka jaringan mukosa. Memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih dapat mencegah kondisi mulut kering yang dapat memperparah rasa perih. Selain itu, asupan cairan yang cukup akan membantu melancarkan sirkulasi darah yang membawa nutrisi penting ke area yang mengalami sariawan karena behel gigi untuk mempercepat proses regenerasi jaringan.

5. Gunakan Obat Sariawan yang Direkomendasikan 

Jika nyeri terasa sudah sangat mengganggu aktivitas, penggunaan obat sariawan dalam bentuk gel atau cairan tetes dapat dipertimbangkan. Obat-obatan ini biasanya bekerja dengan membentuk lapisan pelindung tipis di atas luka atau memberikan efek mati rasa sementara pada saraf yang meradang. Pastikan Anda memilih produk yang aman dan sesuai dengan anjuran tenaga medis agar penyembuhan sariawan karena behel gigi berlangsung tanpa komplikasi alergi.

Baca juga: Panduan Obat Sariawan Ampuh: Pilihan Medis dan Alami untuk Penyembuhan Cepat

Pentingnya Melakukan Konsultasi Dengan Dokter Gigi

Meskipun penanganan mandiri di rumah cukup membantu, ada kalanya bantuan profesional sangat diperlukan. Jika sariawan tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu atau rasa nyeri semakin tidak tertahankan, segera hubungi dokter spesialis orthodontic Anda. Terkadang, penyebab sariawan karena behel gigi adalah ujung kawat (archwire) yang terlalu panjang dan menusuk ke arah belakang mulut. Masalah teknis seperti ini hanya dapat diatasi oleh dokter dengan melakukan pemotongan atau penyesuaian posisi kawat yang lebih aman.

Jika Anda ingin melakukan perawatan pasca pemasangan behel, Klinik Gigi Damessa menyediakan layanan konsultasi dan perawatan orthodontic yang dilakukan oleh dokter gigi ahli, memastikan setiap tahap pemakaian behel Anda berjalan dengan nyaman dan aman. Anda juga dapat memperoleh berbagai informasi bermanfaat seputar kesehatan gigi serta penawaran menarik dengan mengikuti akun Instagram resmi di @damessa.dentalclinic.

Referensi:

  • Boras VV, Savage NW, Brailo V, Lukac J, Lukic IK, Alajbeg IZ. Oral mucosal lesions in patients with fixed orthodontic appliances. Collegium Antropologicum. 2005;29(2):597-601. PMID: 16417163.
  • Baricevic M, Mravak-Stipanic M, Majstorovic M, Baricevic D. Oral mucosal lesions during orthodontic treatment. International Journal of Paediatric Dentistry. 2011;21(2):96-102. doi: 10.1111/j.1365-263X.2010.01083.x. PMID: 20659178.
  • Gorseta K, Glavina D, Skrinjaric I. The influence of fixed orthodontic appliances on oral health. Acta Stomatologica Croatica. 2007;41(4):313-322.