
Rekap Singkat!
- Gigi berlubang yang sudah terbentuk tidak bisa sembuh atau menutup sendiri tanpa intervensi dokter gigi, tetapi ada cara untuk memperlambat perkembangannya.
- Menjaga kebersihan area sekitar gigi berlubang sangat penting untuk mencegah penumpukan plak dan bakteri yang bisa memperparah kondisi.
- Menghindari makanan manis, lengket, dan asam dapat mengurangi stimulasi bakteri untuk terus menghasilkan asam yang merusak gigi.
- Penggunaan pasta gigi berfluoride dan obat kumur antiseptik bisa membantu memperlambat progres kerusakan sementara menunggu kunjungan dokter.
- Gigi berlubang yang tidak ditangani akan terus berkembang dan bisa mencapai saraf gigi yang memerlukan perawatan jauh lebih kompleks dan mahal.
Mengetahui ada gigi berlubang tetapi tidak bisa langsung ke dokter adalah situasi yang cukup umum, entah karena jadwal yang padat, biaya, atau rasa takut. Meski penambalan adalah satu-satunya solusi yang benar-benar memperbaiki kondisi tersebut, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kondisi memburuk lebih cepat.
Mengapa Gigi Berlubang Tidak Bisa Sembuh Sendiri?
Berbeda dengan kulit yang bisa meregenerasi dirinya sendiri, email gigi tidak memiliki kemampuan regenerasi setelah terbentuk lubang fisik. Ketika bakteri sudah mengikis email dan dentin hingga terbentuk lubang, tidak ada mekanisme alami tubuh yang bisa mengisi kembali kerusakan tersebut.
Yang bisa dilakukan secara alami hanyalah remineralisasi, yaitu proses di mana mineral dari air liur dan fluoride menumpuk kembali pada permukaan email yang melemah, tetapi hanya sebelum terbentuk lubang. Begitu lubang sudah ada, intervensi klinis adalah satu-satunya jalan.
Upaya untuk Mencegah Gigi Berlubang Makin Parah
Pencegahan perkembangan gigi berlubang membutuhkan kebersihan mulut yang baik dan pengendalian faktor risiko seperti pola makan dan kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Menyikat Gigi dengan Fluoride
Sikat gigi dengan benar dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Fluoride membantu memperkuat email di sekitar area berlubang dan mencegah bakteri menyebar lebih luas. Pastikan area gigi berlubang tetap dibersihkan dengan lembut, bukan dihindari.
2. Membersihkan Sela Gigi dengan Benang Gigi
Gunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi, termasuk di sekitar gigi yang berlubang. Penumpukan plak di celah gigi merupakan salah satu pemicu utama perkembangan karies.
Baca juga: Cara Pakai Benang Gigi yang Benar agar Tidak Sakit Gusi
3. Mengurangi Konsumsi Gula
Kurangi konsumsi makanan manis dan berkarbohidrat tinggi, terutama yang lengket seperti permen, karamel, atau kue basah. Bakteri penyebab karies menggunakan gula sebagai sumber energi untuk menghasilkan asam yang merusak gigi.
4. Memperbanyak Minum Air Putih
Minum banyak air putih, terutama setelah makan. Air membantu membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di mulut. Jika air mengandung fluoride, manfaat perlindungan terhadap gigi menjadi lebih optimal.
5. Menggunakan Obat Kumur Antiseptik
Obat kumur antiseptik yang mengandung chlorhexidine atau cetylpyridinium chloride dapat membantu mengurangi jumlah bakteri di mulut, termasuk di area gigi berlubang, sehingga memperlambat perkembangan karies.
Apa yang Harus Dihindari Agar Gigi Tidak Berlubang
Beberapa kebiasaan keliru dalam menangani gigi berlubang justru dapat memperparah kondisi dan meningkatkan risiko infeksi. Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari.
1. Menggunakan Bahan Rumahan sebagai Pengganti Perawatan
Jangan menggunakan bahan-bahan rumahan seperti cengkeh, bawang putih, atau minyak kayu putih sebagai pengganti penambalan. Bahan tersebut hanya dapat meredakan nyeri sementara, tetapi tidak menghentikan perkembangan kerusakan gigi.
2. Menutup Lubang Gigi dengan Bahan Tidak Medis
Hindari mencoba menutup lubang sendiri dengan bahan apa pun yang bukan semen gigi medis. Selain tidak efektif, tindakan ini dapat menjebak bakteri di dalam lubang dan mempercepat terjadinya infeksi.
3. Menunda Pemeriksaan ke Dokter Gigi
Jangan terlalu lama menunda kunjungan ke dokter gigi. Setiap minggu tanpa penanganan memberi kesempatan bakteri untuk terus merusak jaringan gigi dan memperparah kondisi.
Tanda Bahwa Gigi Berlubang Sudah Perlu Penanganan Segera
Jika rasa ngilu sudah berubah menjadi nyeri berdenyut yang muncul secara spontan tanpa ada rangsangan, ini adalah tanda bahwa infeksi sudah mendekati atau mencapai saraf gigi dan memerlukan penanganan segera.
Pembengkakan pada gusi di sekitar gigi berlubang, demam, atau rasa sakit yang menjalar ke telinga dan rahang adalah tanda darurat yang tidak boleh ditunda.
Tidak ada pengganti penanganan profesional untuk gigi berlubang. Namun selama menunggu jadwal yang memungkinkan, menjaga kebersihan dan pola makan yang tepat bisa memperlambat progres kerusakan secara signifikan.
Di Klinik Gigi Damessa, penambalan gigi tersedia dengan berbagai pilihan material sesuai kondisi dan kebutuhan Anda. Semakin cepat gigi berlubang ditangani, semakin sederhana prosedurnya dan semakin banyak jaringan gigi sehat yang bisa diselamatkan.
Referensi:
Pitts NB, et al. (2017). Dental caries. Nat Rev Dis Primers. 3:17030. doi: 10.1038/nrdp.2017.30.
Featherstone JDB. (2000). The science and practice of caries prevention. J Am Dent Assoc. 131(7):887-899.