
Rekap Singkat!
- Gigi konkresen terjadi ketika dua gigi bersebelahan menyatu melalui lapisan sementum pada akarnya, tanpa penyatuan pada lapisan dentin.
- Tidak semua penyatuan gigi tergolong kondisi ini karena sebagian kelainan lain melibatkan jaringan yang berbeda.
- Sebagian pasien baru mengetahui kondisinya setelah dokter gigi membaca hasil foto rontgen sebelum pencabutan.
Sebagian kelainan gigi tidak menimbulkan keluhan apa pun sepanjang hidup. Kelainan itu baru terlihat ketika gigi harus dicabut atau dirawat.
Salah satu kondisi yang termasuk kelompok tersebut adalah gigi konkresen. Kelainan ini tergolong jarang dan umumnya ditemukan secara tidak sengaja.
Tidak sedikit pasien yang terkejut ketika mengetahui dua giginya ternyata menyatu. Padahal, gigi konkresen jarang menimbulkan gangguan selama tidak ada tindakan yang direncanakan. Oleh karena itu, pengenalan sejak awal menjadi hal yang penting.
Apa Itu Gigi Konkresen dan Bagaimana Terbentuknya?
Gigi konkresen adalah kelainan perkembangan ketika dua gigi yang sudah terbentuk sempurna menyatu melalui lapisan sementum di permukaan akarnya. Mahkota, saluran akar, dan lapisan dentin masing-masing gigi tetap terpisah, sehingga kelainan ini berbeda dari penyatuan gigi lainnya yang kadang terlihat saat pemeriksaan rontgen gigi.
Beberapa hal yang menjelaskan terbentuknya kondisi ini antara lain:
1. Penyatuan yang Terjadi Hanya pada Lapisan Sementum
Sementum adalah lapisan tipis yang menyelimuti akar dan menjadi tempat melekatnya serat penahan gigi.
Ketika dua akar tumbuh sangat berdekatan, lapisan sementum keduanya dapat bertemu dan menyatu. Penyatuan ini tidak melibatkan dentin maupun ruang pulpa di dalamnya.
Baca juga: Perikoronitis, Gigi Bungsu yang Tumbuh dan Tertutup Gusi
Karena hanya melibatkan lapisan luar, kedua gigi tetap berfungsi seperti gigi terpisah. Perbedaannya baru terasa ketika salah satunya perlu dikeluarkan.
2. Peran Penebalan Sementum atau Hipersementosis
Penebalan sementum yang berlebih dikenal dengan istilah hipersementosis.
Penebalan ini dapat menjembatani jarak antara dua akar yang letaknya berdekatan. Peradangan menahun atau tekanan kunyah yang berlebihan kadang dikaitkan dengan prosesnya.
Meskipun demikian, tidak semua penebalan sementum berakhir dengan penyatuan. Kondisi ini umumnya memerlukan kombinasi beberapa faktor sekaligus.
3. Lokasi yang Paling Sering Ditemukan
Gigi konkresen paling sering ditemukan pada rahang atas bagian belakang.
Gigi geraham kedua dan gigi bungsu atas menjadi pasangan yang paling banyak dilaporkan. Letak ujung akar keduanya yang berdekatan diduga menjadi alasannya.
Namun, kondisi serupa juga pernah dilaporkan pada rahang bawah. Karena itu, pemeriksaan gambaran radiografi tetap dianjurkan sebelum tindakan pada gigi mana pun.
Mengapa Kondisi Ini Hampir Tidak Pernah Disadari?
Penyatuan terjadi di bawah garis gusi sehingga tidak terlihat sama sekali dari luar. Mahkota kedua gigi tetap tampak normal dan terpisah seperti gigi lainnya.
Selain itu, kelainan ini umumnya tidak menimbulkan nyeri, goyang, maupun gangguan saat mengunyah. Fungsi kunyah tetap berjalan sebagaimana biasanya sepanjang tidak ada masalah lain.
Dalam banyak kasus, gigi konkresen bahkan sulit dipastikan hanya dari foto rontgen biasa. Bayangan dua akar yang bertumpuk kadang menyerupai penyatuan meski keduanya sebenarnya terpisah.
Kapan Gigi Konkresen Menjadi Masalah saat Perawatan?
Langkah pertama sebelum tindakan adalah memastikan gambaran akar melalui pemeriksaan radiografi. Penilaian ini membantu dokter gigi merencanakan prosedur pencabutan gigi dengan lebih hati-hati.
Apabila penyatuan diketahui sejak awal, dokter gigi dapat menyiapkan pendekatan yang berbeda. Pada sebagian kasus, gigi dipisahkan lebih dulu sebelum salah satunya dikeluarkan.
Namun, beberapa keadaan setelah tindakan memerlukan perhatian lebih segera. Perdarahan yang tidak berhenti, pembengkakan yang meluas, demam tinggi, atau terasa ada hubungan antara rongga mulut dan hidung sebaiknya segera diperiksakan karena memerlukan penanganan lanjutan.
Semakin awal penyatuan ini dikenali, semakin kecil kemungkinan gigi sehat ikut terlibat. Oleh karena itu, pemeriksaan sebelum pencabutan sebaiknya tidak dilewatkan.
Langkah yang Membantu Gigi Konkresen Dikenali Lebih Awal
Gigi konkresen memang tidak dapat dicegah karena terbentuk selama masa perkembangan gigi, tetapi risikonya saat tindakan sangat bisa dikurangi.
Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:
1. Mintalah Pemeriksaan Radiografi Sebelum Pencabutan
Gambaran radiografi membantu memperlihatkan bentuk dan posisi akar. Pemeriksaan ini menjadi dasar perencanaan tindakan yang aman.
Pada kasus yang meragukan, pemeriksaan tiga dimensi kadang disarankan. Gambaran tersebut memberi kejelasan yang lebih baik mengenai hubungan antarakar.
2. Sampaikan Riwayat Gigi Berjejal atau Benturan
Riwayat gigi yang tumbuh berdesakan dapat menjadi informasi yang berguna. Kondisi tersebut membuat akar tumbuh lebih berdekatan satu sama lain.
Riwayat benturan pada rahang juga sebaiknya disebutkan. Informasi ini membantu dokter gigi menilai kemungkinan kelainan pada akar.
3. Tanyakan Rencana Tindakan Secara Rinci
Memahami rencana tindakan membantu pasien menyiapkan diri dengan lebih baik. Pertanyaan mengenai kemungkinan penyulit termasuk hal yang wajar disampaikan.
Penjelasan sebelum tindakan juga membantu menghindari kesalahpahaman. Pasien menjadi lebih siap bila diperlukan penyesuaian rencana.
4. Periksakan Gigi Bungsu Secara Berkala
Gigi bungsu atas termasuk lokasi yang paling sering terlibat. Pemeriksaan berkala membantu memantau perkembangannya.
Penilaian sejak dini memberi lebih banyak pilihan penanganan. Menunda pemeriksaan justru mempersempit pilihan yang tersedia.
Gigi Konkresen Jarang Berbahaya bila Diketahui Sejak Awal
Mengetahui bahwa dua gigi menyatu memang terdengar mengkhawatirkan, tetapi kondisi ini umumnya tidak mengganggu selama tidak ada tindakan yang direncanakan.
Ada beberapa hal yang perlu Anda pahami, mulai dari sifat penyatuannya yang hanya melibatkan sementum, lokasi yang paling sering ditemukan, hingga pentingnya pemeriksaan sebelum pencabutan.
Yang terpenting adalah memastikan kondisi akar diketahui lebih dulu sebelum gigi Anda dicabut.
Apabila Anda berencana menjalani pencabutan atau ingin memastikan kondisi akar gigi, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.
Tim dokter gigi Damessa siap melakukan pemeriksaan menyeluruh dan merencanakan tindakan sesuai kondisi Anda. Dengan perencanaan yang tepat, risiko penyulit saat pencabutan dapat ditekan.
Referensi
- Neville, B. W., Damm, D. D., Allen, C. M., & Chi, A. C. (2015). Oral and Maxillofacial Pathology (4th ed.). Elsevier.
- Romito, L. M. (2004). Concrescence: Report of a rare case. Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology, Oral Radiology, and Endodontology, 97(3), 325-327.
- Foran, D., Komabayashi, T., & Lin, L. M. (2012). Concrescence of permanent maxillary second and third molars: Case report of non-surgical root canal treatment. Journal of Oral Science, 54(1), 133-136.