
Rekap Singkat!
- Gigi cenderung bergeser kembali setelah alat ortodonti dilepas karena serat penyangga yang masih meregang, jaringan tulang yang belum matang, atau tekanan otot dan lidah.
- Tidak semua pasien memerlukan Hawley retainer, karena pilihan alat penahan disesuaikan dengan pola pergerakan gigi sebelumnya.
- Pergeseran kecil pada gigi seri bawah sering baru disadari setelah pemakaian retainer mulai jarang dilakukan.
- Alat yang longgar atau pecah perlu segera diperiksa agar posisi gigi tidak berubah selama masa perbaikan.
- Pemilihan klinik dan dokter gigi berperan penting dalam penyesuaian alat serta pemantauan pada tahun-tahun pertama.
Perawatan ortodonti tidak berakhir pada hari bracket dilepas. Gigi yang baru dipindahkan masih berada dalam posisi yang belum stabil sepenuhnya.
Hawley retainer merupakan salah satu alat penahan yang paling lama dipakai dalam praktik ortodonti. Rancangannya diperkenalkan pada tahun 1919 dan bentuk dasarnya tidak banyak berubah sejak itu.
Meskipun sederhana, alat ini menuntut kedisiplinan pemakaian yang konsisten. Tanpa itu, hasil perawatan yang ditempuh selama berbulan-bulan dapat berkurang secara perlahan. Pembahasan berikut menguraikan bagian penyusun, proses pembuatan, perawatan harian, dan syarat agar Hawley retainer bekerja optimal.
Mengenal Hawley Retainer dan Tiga Bagian Penyusunnya
Hawley retainer adalah alat penahan lepasan yang dipakai setelah rangkaian perawatan behel gigi selesai. Alat ini menahan gigi pada posisi barunya tanpa memberikan tekanan pemindah seperti pada tahap aktif.
Rancangannya tersusun dari tiga komponen utama.
1. Pelat Akrilik yang Menempel pada Sisi Dalam Rahang
Pelat akrilik dibentuk mengikuti kontur langit-langit pada rahang atas atau sisi dalam gigi pada rahang bawah.
Bagian ini menjaga posisi semua komponen logam agar tetap sesuai rencana. Pelat yang duduk pas juga menambah daya cengkeram alat sehingga tidak mudah bergeser saat pasien berbicara.
Baca juga: Wajib Retainer Setelah Lepas Behel
Sebagian pasien memerlukan beberapa hari untuk menyesuaikan diri karena pelat ini memengaruhi pelafalan pada awal pemakaian.
2. Busur Logam di Depan yang Menahan Gigi Seri
Busur kawat baja nirkarat melintang di permukaan depan gigi seri, umumnya dengan ketebalan sekitar nol koma tujuh milimeter.
Busur inilah yang menahan gigi depan agar tidak kembali maju maupun berputar. Bentuknya dapat disesuaikan kembali di kursi perawatan, sehingga pergeseran ringan masih mungkin dikoreksi tanpa membuat alat baru.
Kemampuan penyesuaian tersebut menjadi keunggulan utama Hawley retainer dibandingkan alat penahan berbahan plastik transparan.
3. Cangkolan pada Gigi Geraham sebagai Penahan Alat
Cangkolan logam, umumnya berjenis Adams clasp, melingkari gigi geraham pertama di kedua sisi.
Komponen ini menahan alat tetap duduk pada tempatnya selama dipakai. Cangkolan yang mulai longgar biasanya masih dapat diaktifkan kembali oleh dokter gigi.
Karena permukaan kunyah gigi belakang tidak tertutup seluruhnya, gigi belakang tetap memiliki ruang untuk menyesuaikan kontak gigitannya.
Kondisi yang Menentukan Alat Ini Cocok atau Tidak
Tinjauan Cochrane menyimpulkan bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk menetapkan satu jenis alat penahan sebagai yang terbaik. Pemilihannya karena itu bergantung pada pertimbangan klinis dan kebiasaan pasien.
Pilihan berbahan plastik transparan sering lebih disukai dari sisi penampilan, termasuk pada pasien yang sebelumnya menjalani perawatan aligner gigi. Sebaliknya, busur logam di depan membuat rancangan ini lebih terlihat saat pasien tersenyum.
Pasien dengan kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism juga perlu pertimbangan khusus. Hawley retainer berbahan akrilik dan logam umumnya lebih tahan, tetapi tekanan berulang tetap dapat mempercepat kerusakan komponennya.
Bagaimana Hawley Retainer Dibuat dan Mulai Dipakai?
Prosesnya dimulai dengan pengambilan model rahang segera setelah bracket dilepas. Tahapan cetak gigi atau pemindaian digital dilakukan pada hari yang sama agar posisi gigi belum berubah.
Teknisi kemudian membentuk busur dan cangkolan pada model tersebut, lalu menuangkan akrilik sebagai pelat dasar. Alat yang sudah selesai dicobakan pada pasien untuk memastikan tidak ada bagian yang menekan gusi.
Pemakaian pada tahap awal umumnya lebih intensif, lalu dikurangi secara bertahap sesuai penilaian dokter gigi. Tinjauan Cochrane tidak menemukan perbedaan kestabilan yang berarti antara pemakaian penuh waktu dan pemakaian sebagian pada Hawley retainer.
Kontrol berkala tetap diperlukan untuk menilai kerapatan alat serta posisi gigi. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan mengaktifkan kembali komponen logam yang mulai kendur.
Cara Merawat Hawley Retainer dalam Pemakaian Harian
Alat penahan lepasan dilaporkan memiliki risiko kerusakan yang lebih rendah pada rancangan akrilik dan logam, meskipun daya tahannya tetap bergantung pada cara pasien memperlakukannya setiap hari.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu antara lain:
1. Bersihkan Alat Setiap Kali Selesai Dipakai
Sisa makanan dan lapisan plak menempel pada akrilik seperti pada permukaan gigi. Pembersihan dengan sikat lembut dan air mengalir sebaiknya dilakukan setelah alat dilepas.
Air panas sebaiknya dihindari karena dapat mengubah bentuk akrilik dan membuat alat tidak lagi duduk dengan pas.
2. Jaga Kebersihan Mulut Selama Masa Pemakaian
Alat yang menutupi permukaan gigi memperlambat pembersihan alami oleh saliva. Risiko penumpukan plak karena itu meningkat selama masa retensi.
Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi lubang kecil lebih awal, sehingga tambal gigi dapat dilakukan sebelum kerusakannya meluas.
3. Simpan dalam Wadah Khusus Saat Tidak Dipakai
Alat yang diletakkan di tisu atau saku sering kali terbuang atau tertindih tanpa disadari. Wadah keras melindungi busur logam dari perubahan bentuk.
Kebiasaan menyimpan di tempat yang sama juga mengurangi kemungkinan alat tertinggal saat bepergian.
4. Jadwalkan Pembersihan Profesional secara Berkala
Kerak yang mengeras pada permukaan Hawley retainer tidak selalu hilang dengan sikat biasa. Dokter gigi dapat membantu membersihkannya pada kunjungan kontrol.
Pemeriksaan gusi melalui scaling pada waktu yang sama membantu menjaga jaringan pendukung tetap sehat selama masa retensi.
Syarat agar Hawley Retainer Menjaga Hasil Jangka Panjang
Apabila Anda baru melepas behel, penggunaan retainer menjadi tahap penting untuk menjaga posisi gigi tetap teratur. Meski gigi sudah terlihat rapi, jaringan di sekitarnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan posisi barunya.
Konsistensi pemakaian turut memengaruhi hasil perawatan ortodonti dalam jangka panjang. Dokter gigi biasanya menentukan jadwal penggunaan retainer berdasarkan kondisi gigi dan kebutuhan setiap pasien, termasuk apakah alat perlu digunakan sepanjang hari atau cukup pada malam hari.
Hawley retainer memiliki kawat yang dapat membantu mempertahankan posisi gigi, tetapi alat ini tetap perlu dirawat dengan benar. Hindari membengkokkan kawat atau menyesuaikan bentuknya sendiri jika retainer terasa longgar, menekan gusi, atau tidak lagi pas. Perubahan tersebut sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi agar tidak mengganggu posisi gigi.
Jika Anda masih bingung menentukan jadwal pemakaian atau jenis retainer yang sesuai, tim dokter gigi Damessa dapat membantu mengevaluasi kondisi gigi dan menjelaskan pilihan perawatannya. Untuk mengetahui informasi layanan atau membuat janji pemeriksaan, hubungi admin melalui tombol WhatsApp di laman ini. Anda juga dapat mengetuk banner promo untuk mendapatkan informasi promo melalui WhatsApp admin atau mengunjungi Klinik Gigi Damessa terdekat. Dengan pemakaian sesuai anjuran dan kontrol rutin, posisi gigi setelah perawatan ortodonti dapat dipertahankan dengan lebih baik.
Referensi
- Martin, C., Littlewood, S. J., Millett, D. T., Doubleday, B., Bearn, D., Worthington, H. V., & Limones, A. (2023). Retention procedures for stabilising tooth position after treatment with orthodontic braces. Cochrane Database of Systematic Reviews, (5), CD002283.
- Alassiry, A. M. (2019). Orthodontic retainers: A contemporary overview. The Journal of Contemporary Dental Practice.
- Proffit, W. R., Fields, H. W., Larson, B. E., & Sarver, D. M. (2019). Contemporary orthodontics (6th ed.). Elsevier.