Gigi lepas akibat benturan atau trauma disebut avulsi, dan kondisi ini tidak selalu berarti Anda harus langsung memakai gigi palsu.
Pada gigi permanen, gigi yang lepas seluruhnya masih dapat dipasang kembali melalui replantasi gigi, terutama bila ditangani secepat mungkin dan disimpan dalam media yang tepat.
Gigi susu yang tanggal memiliki penanganan berbeda dan umumnya tidak direplantasi.
Anak Anda tiba-tiba terjatuh, lalu gigi depannya terlepas dari gusi. Apa yang harus dilakukan? Jawaban singkatnya, gigi permanen yang lepas karena benturan masih bisa dipasang kembali melalui replantasi, asalkan segera ditangani dan disimpan dengan benar sebelum tiba di dokter gigi.
Namun, dalam situasi nyata, rasa panik sering datang lebih dulu. Apakah giginya langsung dimasukkan kembali? Bagaimana cara memegangnya? Dengan memahami langkah yang tepat sejak sekarang, Anda dapat bertindak lebih tenang pada saat genting. Berikut pembahasan tentang pengertian, apa yang terjadi saat gigi lepas, pertolongan pertama, hingga cara dokter gigi menanganinya.
Apa Itu Gigi Lepas (Avulsi)?
Trauma pada gigi paling banyak dialami anak usia 7 sampai 11 tahun. Pada trauma tertentu, seluruh gigi bergeser keluar dari soketnya, merusak jaringan penyangga gigi, dan mematikan pulpa. Kondisi inilah yang dikenal sebagai avulsi, dengan penyebab umum berupa benturan saat berolahraga, kecelakaan, atau terjatuh. Karena termasuk kegawatdaruratan, gigi lepas perlu ditangani segera.
Penting untuk membedakannya dari gigi susu yang tanggal secara alami karena akan digantikan gigi dewasa. Bila gigi terlepas akibat trauma, itu avulsi. Bila gigi lepas tanpa trauma dan didahului kegoyangan karena gigi dewasa akan tumbuh, itu proses pergantian gigi yang alami, dan gigi susu semacam ini tidak perlu dipasang kembali ke soketnya.
Gambar 1. Ilustrasi gigi lepas (Gupta et al., 2019)
Apakah Gigi Goyang Termasuk Gigi Lepas (Avulsi)?
Tidak. Gigi dapat goyang karena banyak hal, mulai dari usia, penyakit sistemik, radang jaringan penyangga gigi, hingga trauma, dan kegoyangannya makin besar bila beberapa faktor itu muncul bersamaan. Meski trauma bisa membuat gigi goyang, avulsi bukanlah kondisi goyang, melainkan gigi yang benar-benar terlepas dari soketnya.
Penanganannya pun berbeda. Gigi goyang ditangani dengan menghilangkan atau memperbaiki faktor risikonya, bukan dengan memasangnya kembali.
Apa yang Terjadi pada Gigi Lepas?
Saat avulsi terjadi, bukan hanya jaringan penyangga gigi yang rusak, tetapi juga pulpa di dalam gigi. Bila jaringan penyangga yang menempel pada gigi masih lembap, sel-selnya yang masih hidup berpeluang beregenerasi setelah gigi dipasang kembali (replantasi), disertai reaksi radang ringan. Sebaliknya, bila gigi sudah kering, sel yang mati dapat memicu reaksi radang yang cukup hebat sehingga penurunan tulang sulit dihindari.
Pulpa, yang berisi saraf dan pembuluh darah serta menjaga gigi tetap hidup, juga tidak dapat dihindari mengalami kematian pada avulsi. Itulah sebabnya, bila penanganan terlambat, kontaminasi bakteri dan reaksi radang yang hebat menjadi tak terhindarkan.
Pertolongan Pertama Saat Gigi Lepas karena Benturan
Empat langkah berikut dapat Anda lakukan sebelum tiba di klinik:
Tetap tenang dan cari gigi yang lepas: Wajar bila orang tua panik, tetapi langkah pertama adalah tenang dan segera mencari giginya. Pegang hanya bagian mahkotanya, dan jangan menggosok akar karena di sana terdapat banyak sel hidup yang membantu adaptasi setelah replantasi. Bila gigi kotor, bilas perlahan dengan air mengalir tanpa menggosok akarnya.
Pasang kembali gigi ke dalam soket bila memungkinkan: Replantasi langsung ke soket adalah pilihan terbaik saat avulsi terjadi. Namun, bila anak tidak kooperatif atau gigi sulit dimasukkan sendiri, simpan gigi lebih dulu dalam media yang tepat.
Simpan gigi dalam media yang tepat: Gigi perlu disimpan dalam media yang sesuai agar jaringan penyangga yang menempel tidak mengering dan rusak. Sebisa mungkin jangan membungkusnya dengan tisu atau kain kering. Beberapa media yang dapat digunakan:
HBSS (Hank’s balanced salt solution)
Susu steril
Air liur
Air
Segera ke dokter gigi: Berhasil atau tidaknya Anda memasang kembali gigi sendiri, dan ada atau tidak rasa sakit, kunjungan ke dokter gigi tetap wajib. Dokter akan mengevaluasi kondisi gigi yang lepas dan menentukan rencana perawatan berikutnya.
Literatur juga menyebutkan bahwa propolis, produk resin lebah, dapat digunakan sebagai media penyimpanan gigi avulsi.
Dalam kondisi tertentu, terutama pada gigi permanen yang lepas karena trauma, gigi masih bisa dipasang kembali. Peluangnya bergantung pada beberapa hal berikut:
Seberapa cepat gigi mendapat penanganan
Bagaimana gigi disimpan sebelum sampai ke dokter gigi
Bagaimana kondisi gigi, akar, jaringan sekitar, dan soketnya
Tindakan mengembalikan gigi ke dalam soket inilah yang disebut replantasi gigi. Kecepatan menjadi poin terpenting karena semakin cepat gigi kembali ke soket, semakin kecil kerusakan jaringan pendukung gigi dan semakin banyak sel hidup yang berpotensi beregenerasi. Dengan kata lain, makin cepat ditangani, makin besar peluang gigi untuk bertahan hidup.
Umumnya tidak, karena penanganan gigi susu berbeda dari gigi permanen. Anak tetap perlu diperiksakan ke dokter gigi agar kondisi gusi dan jaringan sekitarnya dapat dinilai.
Dokter gigi Damessa akan menjelaskan pilihan penggantinya setelah menilai kondisi gigi dan jaringan sekitarnya, salah satunya implan gigi.
Bagaimana Dokter Gigi Menangani Gigi Lepas?
Setelah Anda tiba di klinik, dokter gigi akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan dan penanganan berikut:
Soket: Irigasi soket biasanya menjadi tindakan pertama untuk membersihkan kotoran (debris), dilanjutkan foto radiografi bila diperlukan.
Permukaan akar: Perawatan akar bergantung pada kematangan gigi, yaitu apakah ujung akarnya sudah menutup atau belum. Meski berbeda, keduanya tetap memerlukan perawatan endodontik setelah replantasi ke dalam soket.
Splinting: Untuk menjaga gigi tetap di tempatnya, dokter memasang alat tambahan berupa wire, resin, atau bracket ortodontik guna menghentikan kegoyangan dan melindungi gigi dari pergerakan. Durasinya umumnya 7 sampai 14 hari, bergantung pada kondisi gigi dan soketnya.
Perawatan endodontik: Setelah gigi stabil dan jaringan di sekitarnya menerima kehadirannya kembali, dokter melakukan perawatan endodontik berupa apeksogenesis, apeksifikasi, atau perawatan saluran akar.
Gigi Lepas Perlu Penanganan Cepat, Datang ke Klinik Gigi Damessa
Jadi, apakah gigi lepas bisa dipasang kembali? Bisa, terutama pada gigi permanen, selama Anda tetap tenang, menyimpan gigi dengan benar, dan segera mencari bantuan. Begitu kejadian berlangsung, langsung tuju Klinik Gigi Damessa terdekat, karena waktu sangat menentukan keberhasilan penanganan.
Tim dokter gigi Damessa akan menilai kondisi gigi, akar, dan soket, memasang kembali gigi bila memungkinkan, lalu melanjutkan perawatan seperti splinting dan perawatan saluran akar. Untuk pasien anak, layanan perawatan gigi anak Damessa juga siap mendampingi.
Bila waktu memungkinkan, kirim pesan lewat tombol WhatsApp di laman ini agar admin Damessa dapat memastikan cabang terdekat dan dokter yang bertugas sementara Anda menuju klinik. Setelah kondisi tertangani, buka juga banner promo untuk mengetahui promo perawatan lanjutan yang sedang berjalan.