
Rekap Singkat!
- Gusi berdarah saat sikat gigi yang terjadi sesekali mungkin tidak berbahaya, tetapi jika terjadi secara terus menerus adalah tanda dari kondisi yang perlu ditangani.
- Penyebab paling umum gusi berdarah yang persisten adalah gingivitis, yaitu peradangan gusi akibat penumpukan plak yang mengandung bakteri.
- Teknik menyikat gigi yang salah, penggunaan sikat berbulu keras, atau sikat gigi yang sudah usang juga bisa menyebabkan gusi berdarah.
- Gusi berdarah yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi periodontitis, infeksi jaringan gusi yang lebih serius dan bisa menyebabkan kerusakan tulang rahang serta kegoyangannya gigi.
- Perubahan hormonal, defisiensi vitamin C, penggunaan obat pengencer darah, dan diabetes adalah faktor sistemik yang juga bisa menyebabkan gusi berdarah.
Banyak orang yang melihat darah saat menyikat gigi dan memilih untuk mengabaikannya, menganggap itu hal biasa atau karena terlalu keras sikat giginya. Padahal gusi berdarah yang terjadi terus-terusan, terutama bahkan dengan tekanan sikat yang lembut, adalah sinyal penting dari tubuh yang tidak boleh diabaikan.
Kapan Gusi Berdarah Dianggap Normal?
Gusi berdarah yang benar-benar normal sangat jarang terjadi. Satu-satunya situasi di mana sedikit perdarahan bisa dianggap tidak perlu dikhawatirkan adalah ketika Anda baru pertama kali menggunakan benang gigi setelah lama tidak melakukannya, dan hanya berlangsung selama dua hingga tiga hari pertama.
Di luar situasi itu, gusi yang sehat tidak seharusnya berdarah saat disentuh sikat gigi dengan tekanan normal.
Penyebab Gusi Berdarah yang Paling Umum
Gingivitis adalah penyebab paling sering di balik gusi berdarah yang persisten. Kondisi ini terjadi ketika plak, lapisan lengket berisi bakteri, menumpuk di sepanjang garis gusi dan tidak dibersihkan dengan baik. Bakteri dalam plak memproduksi toksin yang merangsang respons peradangan pada jaringan gusi, membuatnya merah, bengkak, dan mudah berdarah. Berikut adalah beberapa penyebab umum gusi berdarah.
1. Teknik Menyikat Gigi yang Salah
Teknik menyikat yang salah, terutama menggosok terlalu keras atau menggunakan sikat berbulu kaku, bisa menyebabkan trauma fisik langsung pada jaringan gusi. Ini merupakan penyebab mekanis yang berbeda dari penyebab infeksi.
2. Perubahan Hormonal
Perubahan hormonal selama kehamilan, menstruasi, atau masa pubertas membuat gusi lebih reaktif terhadap plak sehingga lebih mudah meradang dan berdarah meski dengan tingkat plak yang sama.
3. Kekurangan Vitamin C
Defisiensi vitamin C, meskipun jarang di zaman modern, bisa menyebabkan gusi yang rapuh dan mudah berdarah. Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen yang memberi kekuatan struktural pada jaringan gusi.
4. Efek Samping Obat-obatan Tertentu
Obat-obatan seperti antikoagulan, aspirin dosis tinggi, dan beberapa obat tekanan darah dapat meningkatkan kecenderungan perdarahan di seluruh tubuh, termasuk pada gusi.
Baca juga: Manfaat Obat Nyeri Gigi Neuralgin dalam Mengurangi Rasa Sakit
Kabar baiknya, gingivitis adalah kondisi yang sepenuhnya dapat diperbaiki dengan pembersihan profesional dan perawatan kebersihan mulut yang konsisten di rumah.
Mengapa Gusi Berdarah Tidak Boleh Diabaikan?
Gingivitis yang tidak ditangani akan berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi yang melibatkan tidak hanya gusi tetapi juga jaringan pendukung gigi yang lebih dalam termasuk ligamen periodontal dan tulang rahang.
Periodontitis menyebabkan kerusakan permanen pada tulang yang menyangga gigi. Akibatnya gigi bisa menjadi goyang dan pada kasus yang parah, gigi harus dicabut. Berbeda dengan gingivitis, kerusakan tulang akibat periodontitis tidak bisa pulih sepenuhnya.
Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara infeksi periodontal dengan risiko penyakit sistemik seperti penyakit jantung, stroke, dan komplikasi kehamilan, meskipun mekanismenya masih terus diteliti.
Cara Mengatasi Gusi Berdarah
Gusi berdarah umumnya disebabkan oleh penumpukan plak, kebersihan mulut yang kurang optimal, atau kondisi medis tertentu. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius seperti periodontitis.
1. Memperbaiki Kebersihan Mulut
Langkah pertama adalah memperbaiki rutinitas kebersihan mulut. Sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar menggunakan sikat berbulu lembut, serta gunakan benang gigi setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat.
2. Scaling oleh Dokter Gigi
Kunjungan ke dokter gigi untuk scaling profesional merupakan langkah penting yang tidak bisa dilewati. Prosedur ini membantu mengangkat karang gigi dan plak yang mengeras di bawah garis gusi yang tidak dapat dibersihkan dengan sikat gigi biasa.
3. Konsultasi Kondisi Medis yang Mendasari
Jika gusi berdarah disebabkan oleh faktor sistemik seperti penggunaan obat tertentu atau kondisi medis, penting untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis yang menangani kondisi tersebut agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Gusi berdarah saat sikat gigi bukan hal yang normal dan bukan sesuatu yang harus Anda toleransi. Dalam sebagian besar kasus, kondisi ini bisa diatasi sepenuhnya dengan kombinasi perawatan profesional dan kebersihan mulut yang konsisten di rumah.
Di Klinik Gigi Damessa, dokter gigi dan dokter spesialis periodonti kami siap membantu mengevaluasi kondisi gusi Anda dan menentukan rencana perawatan yang tepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Referensi:
Caton JG, et al. (2018). A new classification scheme for periodontal and peri-implant diseases and conditions. J Periodontol. 89(Suppl 1):S1-S8.
Tonetti MS, Jepsen S, Jin L, Otomo-Corgel J. (2017). Impact of the global burden of periodontal diseases on health, nutrition and wellbeing of mankind. J Clin Periodontol. 44(5):456-462.