
Ringkasan Singkat!
- Sariawan yang sesekali muncul adalah normal, tapi sariawan berulang setiap bulan perlu dicari penyebab dasarnya
- Stres, alergi makanan, perubahan hormon, dan defisiensi nutrisi adalah pemicu yang paling sering teridentifikasi
- Sariawan berulang yang tidak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu perlu diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain
- Pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) terbukti meningkatkan frekuensi sariawan pada orang yang rentan
- Perawatan di klinik seperti aplikasi obat topikal atau laser bisa mempercepat penyembuhan sariawan yang parah
Sariawan, atau dalam istilah medis disebut stomatitis aftosa rekuren (SAR), adalah luka kecil di dalam mulut yang hampir semua orang pernah alami. Tapi ada perbedaan besar antara sariawan yang muncul sesekali setelah tergigit, dan sariawan berulang yang terus terjadi setiap beberapa minggu tanpa henti.
Kalau Anda termasuk yang selalu punya sariawan, dan begitu satu sembuh sudah muncul lagi yang baru, mari kita bahas kenapa sariawan berulang bisa terjadi dan apa yang bisa dilakukan.
Apa yang Menyebabkan Sariawan Berulang?
Sariawan bukan disebabkan oleh virus (berbeda dengan herpes labialis yang muncul di luar mulut), melainkan merupakan respons inflamasi lokal. Penyebab pastinya masih belum sepenuhnya dipahami, tapi ada beberapa faktor yang secara konsisten dikaitkan dengan sariawan berulang.
1. Stres dan Kelelahan
Ini adalah pemicu sariawan berulang yang paling banyak dilaporkan. Stres bisa menekan sistem imun dan memicu respons inflamasi yang meningkatkan kerentanan jaringan mulut terhadap luka. Banyak orang mendapati sariawan muncul tepat saat sedang menghadapi tekanan kerja atau masalah emosional.
2. Alergi atau Sensitivitas Makanan
Beberapa makanan diketahui memicu sariawan pada orang yang sensitif, termasuk cokelat, kacang-kacangan, keju, makanan asam seperti jeruk atau tomat, dan makanan pedas. Ini tidak sama dengan alergi klasik, melainkan sensitivitas yang memicu respons lokal di jaringan mulut.
3. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dalam Pasta Gigi
SLS adalah bahan pembusa yang umum ditemukan di pasta gigi. Beberapa studi menunjukkan SLS bisa mengiritasi lapisan mukosa mulut dan meningkatkan frekuensi sariawan pada orang yang rentan. Mencoba pasta gigi bebas SLS selama beberapa minggu bisa menjadi tes sederhana untuk melihat apakah ini faktornya.
4. Perubahan Hormon
Banyak perempuan melaporkan sariawan muncul secara konsisten sebelum atau selama menstruasi, atau selama kehamilan. Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron mempengaruhi respons inflamasi jaringan mulut.
5. Defisiensi Nutrisi
Kekurangan vitamin B12, folat, zat besi, atau zinc dikaitkan dengan peningkatan frekuensi sariawan. Tapi perlu dicatat bahwa tidak semua sariawan berulang disebabkan defisiensi nutrisi, dan mengonsumsi suplemen tanpa pemeriksaan tidak selalu menyelesaikan masalah.
Baca juga: 7 Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mengatasinya
Kapan Sariawan Perlu Diperiksa oleh Dokter?
Sebelum mengetahui kapan perlu diperiksa oleh dokter gigi, penting untuk mengenali tanda-tanda sariawan yang tidak wajar dan bisa menandakan kondisi serius. Diantaranya adalah:
- Sariawan tidak sembuh lebih dari 3 minggu
- Ukurannya lebih dari 1 cm atau sangat dalam
- Muncul dalam jumlah banyak sekaligus lebih dari 10 sekaligus
- Disertai demam atau gejala sistemik lainnya
- Muncul di lokasi yang sama berulang kali di titik yang sama
Sariawan yang tidak sembuh dalam 3 minggu perlu dievaluasi lebih lanjut karena dalam kasus yang sangat jarang, lesi di mulut yang tidak sembuh bisa memerlukan pemeriksaan lebih mendalam untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain. Selain itu, sariawan berulang juga sebaiknya diperiksa ke dokter sesegera mungkin
Cara Mempercepat Penyembuhan Sariawan Berulang
Agar sariawan berulang cepat sembuh, ada beberapa langkah sederhana dan efektif yang bisa dilakukan di rumah maupun dengan bantuan tenaga medis. Di bawah ini adalah cara mempercepat penyembuhan sariawan:
- Oleskan gel atau larutan antiseptik khusus sariawan yang tersedia di apotek
- Kumur dengan air garam hangat 2 sampai 3 kali sehari untuk mengurangi bakteri di sekitar luka
- Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang mengiritasi area sariawan
- Kurangi stres dan pastikan tidur cukup
- Di klinik, dokter gigi bisa mengaplikasikan obat topikal yang lebih kuat atau menggunakan laser untuk mempercepat penyembuhan pada kasus yang parah
Jika sariawan Anda terus berulang dan mengganggu aktivitas makan dan bicara, tim dokter di Klinik Gigi Damessa dapat membantu mengevaluasi pola dan pemicunya serta merekomendasikan penanganan yang tepat untuk kasus Anda.
Referensi
- Alli BY, Erinoso OA, Olawuyi AB. (2019). Effect of sodium lauryl sulfate on recurrent aphthous stomatitis: A systematic review. Journal of Oral Pathology & Medicine, 48(5), 358–364. doi:10.1111/jop.12845
- Herlofson BB, Barkvoll P. (1994). Sodium lauryl sulfate and recurrent aphthous ulcers. A preliminary study. Acta Odontologica Scandinavica, 52(5), 257–259. PMID: 7825393