Gigi Kuning

Rekap Singkat!

  • Gigi kuning bisa disebabkan oleh faktor ekstrinsik seperti noda makanan dan minuman, maupun faktor intrinsik seperti struktur gigi itu sendiri.
  • Sikat gigi yang rajin belum tentu cukup mengatasi warna kuning pada gigi karena beberapa penyebabnya berasal dari dalam lapisan gigi.
  • Konsumsi kopi, teh, dan rokok adalah penyebab ekstrinsik paling umum dari gigi kuning karena mengandung pigmen yang menempel pada email gigi.
  • Usia, genetik, konsumsi antibiotik tertentu di masa kecil, dan penipisan email adalah faktor intrinsik yang membuat gigi terlihat lebih kuning.
  • Solusi untuk gigi kuning tergantung pada penyebabnya, mulai dari scaling profesional, bleaching, hingga veneer untuk kasus yang lebih kompleks.

Sudah sikat gigi dua kali sehari, tidak malas flossing, tapi gigi tetap saja kuning? Situasi ini sering membuat frustasi dan membingungkan. Kenyataannya, ada banyak penyebab gigi kuning yang tidak bisa diatasi hanya dengan rajin menyikat gigi.

Dua Jenis Gigi Kuning 

Sebelum mencari solusi, penting untuk memahami bahwa warna kuning pada gigi bisa berasal dari dua sumber yang sangat berbeda.

  • Warna Kuning Ekstrinsik 

Warna kuning ekstrinsik adalah noda yang menempel di permukaan luar gigi, di atas lapisan email. Ini adalah jenis yang paling umum dan umumnya bisa diatasi dengan pembersihan profesional.

  • Warna Kuning Intrinsik 

Warna kuning intrinsik berasal dari dalam struktur gigi itu sendiri. Dentin, lapisan di bawah email, secara alami berwarna lebih kuning. Ketika email menipis, warna dentin di bawahnya semakin terlihat dari luar. Jenis ini lebih sulit diatasi dan memerlukan perawatan yang berbeda.

Penyebab Gigi Kuning yang Sering Terlewat

Banyak orang sudah tahu bahwa kopi dan rokok bisa menguningkan gigi. Tapi ada beberapa penyebab lain yang sering tidak disadari. Berikut di antaranya.

1. Sering Minum Teh

Setiap jenis minuman teh mengandung tanin yang akan menempel sangat kuat pada email gigi, bahkan dalam beberapa kasus lebih kuat dari kopi. Minum teh dengan rutin tanpa diimbangi pembersihan profesional berkala akan meninggalkan noda yang sulit dihilangkan hanya dengan sikat gigi.

2. Konsumsi Minuman Bersoda atau Berenergi 

Minuman bersoda dan minuman berenergi bukan hanya masalah gula, tetapi juga keasamannya yang mengikis email secara perlahan. Email yang menipis membuat warna kuning dentin di bawahnya semakin terlihat.

3. Faktor Usia

Usia adalah faktor yang tidak bisa dilawan. Seiring bertambahnya usia, email gigi secara alami akan menipis akibat penggunaan bertahun-tahun, sementara dentin terus tumbuh ke dalam dan mempertebal warna kuningnya.

4. Konsumsi Antibiotik

Antibiotik tetrasiklin yang dikonsumsi selama masa kanak-kanak, terutama saat gigi sedang berkembang, bisa menyebabkan perubahan warna permanen pada gigi. Ini adalah salah satu penyebab intrinsik yang paling sulit diatasi.

5. Fluorisis

Fluorosis yang terjadi akibat paparan fluoride berlebihan selama masa perkembangan gigi bisa menyebabkan bercak putih atau coklat kekuningan pada permukaan email.

Baca juga: Kupas Tuntas Pengaruh Rokok Elektrik terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Solusi yang Tepat Sesuai Penyebab

Untuk noda ekstrinsik ringan hingga sedang, scaling atau pembersihan profesional oleh dokter gigi biasanya sudah cukup efektif. Prosedur ini mengangkat karang gigi dan noda permukaan yang tidak bisa dihilangkan oleh sikat gigi biasa.

Bleaching atau pemutihan gigi adalah solusi untuk noda yang lebih dalam atau untuk meningkatkan kecerahan email secara keseluruhan. Prosedur yang dilakukan di klinik memberikan hasil lebih cepat dan lebih aman dibanding produk pemutih yang dijual bebas.

Untuk kasus intrinsik seperti akibat tetrasiklin atau fluorosis yang berat, bleaching mungkin tidak memberikan hasil yang signifikan. Dalam kondisi seperti ini, veneer atau crown bisa menjadi solusi yang lebih efektif untuk mendapatkan hasil estetika yang diinginkan.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Terdapat beberapa pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari gigi kuning. Pertama, bilas mulut dengan air putih setelah mengkonsumsi minuman berwarna gelap. Ini tidak menggantikan menyikat gigi, tetapi membantu meminimalkan pigmen yang menempel. Selanjutnya, setelah minum kopi atau teh menggunakan sedotan untuk mengurangi kontak langsung cairan dengan permukaan gigi depan. Selain itu, lakukan scaling profesional secara rutin, minimal setiap enam bulan sekali, untuk mencegah penumpukan noda dan karang gigi.

Gigi kuning memiliki banyak penyebab dan tidak semuanya bisa diatasi hanya dengan rajin menyikat gigi. Memahami asal-usul warna kuning pada gigi Anda adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang benar-benar efektif.

Di Klinik Gigi Damessa, dokter gigi kami akan membantu mengidentifikasi penyebab gigi kuning Anda dan merekomendasikan penanganan yang paling tepat, mulai dari scaling, bleaching, hingga prosedur estetika lainnya.

Referensi:

Watts A, Addy M. (2001). Tooth discolouration and staining: a review of the literature. Br Dent J. 190(6):309-316.

Joiner A. (2006). The bleaching of teeth: a review of the literature. J Dent. 34(7):412-419.