Orthodontist

Ringkasan Singkat!

  • Orthodontist adalah dokter gigi spesialis yang menempuh pendidikan tambahan 2–3 tahun khusus di bidang maloklusi dan perawatan ortopedi rahang.
  • Tidak semua masalah gigi berantakan harus langsung dilakukan perawatan intensif oleh dokter gigi spesialis, dokter gigi umum dapat melakukan skrining awal.
  • Perawatan behel, aligner, dan retainer berada dalam ranah kompetensi dokter gigi spesialis ortodonti.
  • Orthodontist juga menangani masalah rahang, kesulitan mengunyah, dan gangguan pertumbuhan gigi pada anak.
  • Semakin dini masalah gigi dan rahang terdeteksi, semakin sederhana dan efektif perawatan yang dibutuhkan.

Gigi berantakan, rahang tidak simetris, atau gigitan yang tidak pas, banyak orang bingung harus ke mana untuk menangani kondisi-kondisi ini. Apakah cukup ke dokter gigi umum, atau perlu ke orthodontist?

Pertanyaan ini sangat wajar, terutama karena di Indonesia istilah orthodontist belum sepopuler di negara-negara Barat. Padahal, memahami perbedaan peran keduanya akan membantu Anda mendapatkan perawatan yang tepat sejak awal.

Apa Itu Orthodontist dan Apa Bedanya dengan Dokter Gigi Umum?

Orthodontist adalah dokter gigi yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis ortodonti selama 2–3 tahun setelah menyelesaikan pendidikan dokter gigi umum. Spesialisasi ini berfokus pada diagnosis, pencegahan, dan perawatan maloklusi, yaitu kondisi di mana gigi atau rahang tidak berada dalam posisi yang semestinya.

Dokter gigi umum memiliki kompetensi yang luas mencakup perawatan gigi berlubang, scaling, pencabutan, hingga pemasangan mahkota gigi. Namun untuk perawatan ortodontik dengan teknis dan masalah yang kompleks, seperti koreksi rahang, penanganan gigi berjejal parah, atau kasus yang memerlukan aligner dengan perencanaan tiga dimensi yang presisi dan terarah, kompetensi dokter gigi spesialis ortodonti sangat diperlukan.

Masalah Gigi Apa Saja yang Ditangani Orthodontist?

Orthodontist menangani berbagai spektrum kondisi gigi yang lebih luas dari sekadar ‘gigi berantakan’. Berikut kondisi-kondisi yang umumnya memerlukan evaluasi dari dokter gigi spesialis ortodonti:

  • Gigi berjejal (crowding) atau terlalu renggang (spacing)
  • Gigi tumbuh tidak pada posisi semestinya
  • Gigitan silang (crossbite), gigitan terbuka (open bite), atau gigitan dalam (deep bite)
  • Rahang atas atau bawah yang terlalu maju atau mundur
  • Kesulitan mengunyah, bicara tidak jelas, atau rasa sakit saat membuka mulut
  • Kebutuhan perawatan orthodontik interseptif pada anak

Kapan Sebaiknya Membawa Anak ke Orthodontist?

Untuk mencegah berbagai masalah gigi pada anak, American Association of Orthodontists merekomendasikan agar anak pertama kali dievaluasi oleh dokter gigi spesialis sekitar usia 7 tahun. Pada usia ini, campuran gigi susu dan gigi permanen sudah mulai terbentuk sehingga dokter gigi spesialis ortodonti dapat mendeteksi potensi masalah lebih awal.

Deteksi dini tidak selalu berarti harus segera melakukan perawatan. Sering kali, hasil deteksi hanya berfungsi untuk memantau perkembangan pertumbuhan rahang dan gigi, dan baru memulai perawatan aktif di waktu yang paling tepat.

Baca juga: Perawatan Gigi yang Kompleks? Percayakan pada Dokter Spesialis Gigi di Damessa!

Apakah Setiap Kasus Behel Harus ke Orthodontist?

Di Indonesia, pemasangan behel kadang dilakukan oleh dokter gigi umum yang telah mengikuti pelatihan tambahan. Untuk kasus-kasus ringan, ini mungkin bisa dilakukan. Namun, untuk kasus yang melibatkan koreksi rahang, maloklusi yang kompleks, atau penggunaan aligner berbasis perencanaan digital, evaluasi oleh dokter gigi spesialis ortodonti sangat dianjurkan. Sehingga, perawatan bukan hanya tentang hasil yang lebih baik secara estetika, tetapi juga tentang fungsi gigitan, kesehatan sendi rahang, dan stabilitas jangka panjang hasil perawatan.

dokter gigi spesialis ortodonti adalah mitra penting untuk siapa saja yang menghadapi masalah posisi gigi atau rahang. Jangan tunda evaluasi hanya karena merasa masalahnya ‘tidak terlalu parah,  banyak kondisi yang jauh lebih mudah ditangani ketika terdeteksi lebih awal. Di Klinik Gigi Damessa, Anda dapat berkonsultasi dengan orthodontist berpengalaman yang siap mengevaluasi kondisi gigi dan rahang Anda secara menyeluruh, serta merencanakan perawatan yang tepat, efisien, dan sesuai kebutuhan.

Referensi:

  • American Association of Orthodontists. (2022). When should my child first visit an orthodontist? aaoinfo.org.
  • Proffit WR, Fields HW, Larson BE, Sarver DM. (2018). Contemporary Orthodontics. 6th ed. Elsevier.