resorpsi akar gigi

Rekap Singkat!

  • Resorpsi akar gigi adalah kondisi di mana jaringan keras akar mengalami kerusakan dan pemendekan akibat aktivitas sel yang seharusnya hanya aktif saat gigi susu diganti oleh gigi permanen.
  • Kondisi ini bisa terjadi dari luar ke dalam (eksternal) atau dari dalam ke luar (internal), dengan mekanisme dan penyebab yang berbeda.
  • Perawatan ortodonti dengan behel adalah salah satu penyebab resorpsi akar gigi eksternal yang paling umum, khususnya di gigi depan atas.
  • Kasus ringan mungkin tidak memerlukan penanganan khusus, tetapi yang lebih parah perlu dievaluasi untuk mencegah kehilangan gigi lebih awal.
  • Pemantauan melalui rontgen berkala adalah satu-satunya cara andal untuk mendeteksi kondisi ini secara dini.

Bagi sebagian pasien, mendengar bahwa akar gigi mereka memendek adalah kabar yang mengejutkan sekaligus membingungkan.

Kondisi yang disebut resorpsi akar gigi ini mungkin terdengar asing, tetapi merupakan komplikasi yang cukup penting untuk dipahami. Terutama bagi mereka yang sedang atau pernah menjalani perawatan ortodonti, atau yang memiliki riwayat infeksi maupun trauma pada gigi.

Memahami kondisi ini dengan baik akan membantu Anda berdiskusi lebih produktif dengan dokter gigi tentang langkah selanjutnya.

Apa Itu Resorpsi Akar Gigi

Untuk memahami kondisi ini, kita perlu mengenal dulu sel yang berperan di dalamnya. Resorpsi akar gigi adalah proses di mana jaringan keras yang menyusun akar, yaitu sementum dan dentin akar, mengalami kerusakan oleh sel yang disebut odontoklas. Dalam kondisi normal, odontoklas berperan penting saat akar gigi susu diresorpsi untuk memberi jalan bagi gigi permanen. Namun pada gigi permanen yang sudah tumbuh sempurna, aktivitas odontoklas yang merusak akar adalah sesuatu yang tidak normal.

Resorpsi eksternal terjadi dari permukaan luar akar, biasanya dimulai dari ujung akar yang disebut apeks, dari permukaan samping, atau dari area servikal dekat garis gusi. Adapun resorpsi internal terjadi dari dalam saluran pulpa ke arah luar dan pada foto rontgen terlihat sebagai bayangan gelap berbentuk oval di dalam akar.

Apa yang Menyebabkan Resorpsi Akar Gigi

Pemicunya cukup beragam, mulai dari tekanan mekanis hingga proses infeksi yang berlangsung lama.

Dalam konteks perawatan ortodonti, tekanan yang diberikan behel untuk menggerakkan gigi bisa memicu resorpsi akar gigi, terutama di ujung akar. Kondisi ini disebut resorpsi apikal yang diinduksi ortodonti dan merupakan efek samping yang paling umum dibahas dalam perencanaan perawatan behel jangka panjang.

Penyebab lainnya meliputi tekanan dari gigi tetangga yang impaksi, trauma fisik akibat benturan keras yang mengganggu suplai darah ke jaringan pendukung akar, serta infeksi periapikal kronis yang berlangsung lama tanpa penanganan. Kista atau tumor di dekat akar juga bisa menimbulkan tekanan yang memicu resorpsi akar gigi. Sementara resorpsi internal lebih sering dikaitkan dengan trauma atau infeksi pulpa yang memicu peradangan kronis di dalam saluran akar.

Resorpsi Akar Gigi dan Perawatan Behel

Bagian ini penting dipahami khususnya oleh pasien yang sedang menjalani perawatan ortodonti.

Resorpsi ringan adalah risiko yang sudah dikenal dalam bidang ortodonti. Tingkat tertentu dari kondisi ini terjadi pada sebagian besar pasien yang menjalani perawatan behel jangka panjang, dan umumnya tidak menimbulkan masalah fungsional yang berarti.

Yang perlu menjadi perhatian lebih serius adalah pemendekan lebih dari sepertiga panjang akar asli. Faktor yang meningkatkan risikonya antara lain durasi perawatan yang panjang, besarnya pergerakan gigi yang diperlukan, bentuk akar yang sangat runcing atau pipih di ujungnya, serta adanya riwayat resorpsi akar gigi sebelum perawatan dimulai.

Bagaimana Cara Mendeteksinya

Sayangnya, kondisi ini nyaris tidak memberi sinyal yang bisa dirasakan sendiri oleh pasien. Kondisi ini hampir tidak pernah menimbulkan gejala, terutama pada tahap awal. Gigi yang mengalaminya umumnya tidak terasa sakit, tidak goyang secara signifikan, dan tampak normal dari luar. Satu-satunya cara yang benar-benar andal untuk mendeteksinya adalah melalui pemeriksaan rontgen yang membandingkan panjang dan bentuk akar dengan foto sebelumnya.

Baca juga: Sebenarnya Rontgen Gigi Perlu Seberapa Sering? Ini Jawabannya!

Pada kasus resorpsi internal yang sudah berkembang jauh, ada tanda yang cukup khas. Gigi bisa terlihat kemerahan atau merah muda saat cahaya ditransiluminasikan, karena jaringan pulpa yang meradang menekan dentin dari dalam. Fenomena ini dikenal dalam literatur kedokteran gigi sebagai pink tooth of Mummery.

Pilihan Penanganan Resorpsi Akar Gigi

Pendekatannya sangat bergantung pada jenis, lokasi, dan sejauh mana kerusakan sudah terjadi. Resorpsi ringan selama perawatan behel sering ditangani dengan mengistirahatkan perawatan sementara waktu, memodifikasi arah atau besaran kekuatan yang diaplikasikan, atau dalam beberapa kasus menghentikan perawatan lebih awal dari rencana.

Resorpsi internal yang masih dalam stadium awal bisa ditangani dengan perawatan saluran akar untuk mengangkat jaringan pulpa yang meradang dan menghentikan aktivitas sel perusak dari sumber inflamasinya. Jika kondisi sudah sangat lanjut dan integritas akar terganggu, pencabutan mungkin menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa, diikuti perencanaan penggantian gigi yang tepat.

Apakah Gigi dengan Akar Memendek Masih Bisa Berfungsi Normal

Pertanyaan ini wajar muncul begitu pasien diberi tahu hasil rontgennya. Jawabannya bergantung pada seberapa banyak panjang akar yang tersisa. Gigi dengan pemendekan ringan hingga sedang, sekitar sepertiga dari panjang aslinya, umumnya masih bisa berfungsi baik untuk mengunyah dan mempertahankan posisinya dalam jangka panjang, terutama jika kondisi periodontalnya sehat.

Namun ketika pemendekan sudah melebihi setengah panjang akar asli, dukungan mekanis gigi terhadap tulang rahang mulai berkurang signifikan. Rasio mahkota terhadap akar yang tidak ideal ini membuat gigi lebih rentan goyang saat menerima tekanan lateral, sehingga prognosisnya perlu dievaluasi secara individual.

Kini Anda sudah memahami bahwa resorpsi akar gigi adalah kondisi yang perlu dipantau dengan cermat, tetapi tidak selalu memerlukan penanganan segera pada kasus ringan. Yang paling penting adalah deteksi dini dan pemantauan berkala, terutama bagi pasien yang sedang dalam perawatan ortodonti aktif atau pernah mengalami trauma pada gigi.

Di Klinik Gigi Damessa, setiap rencana perawatan yang melibatkan pergerakan gigi dirancang dengan mempertimbangkan risiko resorpsi akar gigi secara individual. Rencana tersebut juga mencakup pemantauan radiografis berkala untuk memastikan kondisi akar tetap aman sepanjang perawatan berlangsung.

Referensi

  • Weltman B, Vig KW, Fields HW, Shanker S, Kaizar EE. (2010). Root resorption associated with orthodontic tooth movement: a systematic review. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics. 137(4):462-476.
  • Hartsfield JK Jr, Everett ET, Al-Qawasmi RA. (2004). Genetic factors in external apical root resorption and orthodontic treatment. Critical Reviews in Oral Biology and Medicine. 15(2):115-122.
  • Patel S, Ford TP. (2007). Is the pink spot always due to internal resorption? Dental Update. 34(4):218-220.