Geographic Tongue

Rekap Singkat!

  • Geographic tongue adalah kondisi peradangan jinak pada lidah yang ditandai dengan munculnya bercak merah berbatas putih yang berpindah-pindah posisi.
  • Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi faktor genetik, stres, dan sensitivitas terhadap makanan tertentu diduga berperan.
  • Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak menular, tetapi bisa menimbulkan rasa perih saat mengonsumsi makanan pedas, asam, atau terlalu asin.
  • Tidak ada pengobatan yang bisa menghilangkannya secara permanen, tetapi gejalanya bisa dikelola dengan menghindari pemicu dan menjaga kebersihan mulut.
  • Jika bercak tidak berubah posisi lebih dari dua minggu, disertai nyeri hebat atau pembengkakan, segera konsultasikan ke dokter gigi.

Jika Anda pernah melihat bercak merah tidak beraturan di permukaan lidah yang terlihat seperti kontur peta, bisa jadi itu adalah geographic tongue.

Kondisi ini kerap membuat pasien cemas saat pertama kali menemukannya. Padahal kelainan lidah ini bukan penyakit serius dan tidak menular.

Meski demikian, bukan berarti kondisi ini boleh diabaikan begitu saja. Ada beberapa hal penting yang perlu dipahami agar Anda bisa membedakan mana yang jinak dan mana yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Apa Itu Geographic Tongue

Nama kondisi ini sebenarnya cukup menggambarkan tampilannya di permukaan lidah.

Geographic tongue adalah kondisi yang secara medis disebut benign migratory glossitis. Namanya berasal dari penampakan bercak merah di permukaan lidah yang bentuknya tidak beraturan dan bertepi putih, menyerupai kontur daratan dan lautan di peta geografis.

Yang membuat kondisi ini unik adalah sifatnya yang migratori. Pola bercak bisa berubah bentuk, ukuran, dan berpindah lokasi dari hari ke hari, bahkan dalam hitungan jam. Bercak merah terbentuk karena hilangnya papila filiformis, yaitu tonjolan kecil yang normalnya menutupi permukaan lidah secara merata.

Seberapa Umum Geographic Tongue Terjadi

Prevalensinya tidak besar, tetapi angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi dari laporan resmi. Kondisi ini diperkirakan terjadi pada sekitar 1 hingga 3 persen populasi dunia. Angka sebenarnya mungkin lebih tinggi karena banyak orang tidak menyadarinya atau tidak mencari pertolongan medis. Kondisi ini bisa terjadi pada semua usia, termasuk bayi dan anak, meskipun lebih sering ditemukan pada orang dewasa.

Beberapa studi menunjukkan perempuan sedikit lebih sering mengalaminya dibanding laki-laki. Kondisi ini juga cenderung berjalan dalam keluarga, yang menunjukkan adanya komponen genetik cukup kuat. Ada pula hubungan yang konsisten antara geographic tongue dengan psoriasis, meskipun seseorang bisa memiliki salah satunya tanpa yang lain.

Apa yang Menyebabkan Geographic Tongue

Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi sejumlah pemicu sudah cukup sering dilaporkan. Faktor genetik tampaknya memiliki peran dominan. Selain itu, stres emosional kerap dilaporkan memperburuk munculnya bercak pada pasien yang sudah punya predisposisi kondisi ini.

Pemicu yang sering dilaporkan pasien antara lain makanan pedas, buah sitrus, makanan yang sangat asin, produk berbasis tomat, serta minuman beralkohol. Ada pula dugaan bahwa defisiensi zinc, vitamin B6, vitamin B12, dan folat bisa memperparah kondisinya, meski suplementasi tidak otomatis menghilangkannya.

Baca juga: Bercak Putih pada Lidah: Perlu Waspada atau Tidak, ya?

Gejala yang Perlu Dikenali

Tidak semua orang merasakan keluhan, sehingga banyak kasus baru ditemukan secara kebetulan.

Sebagian besar orang yang mengalaminya tidak merasakan gejala apa pun dan baru menyadarinya saat bercermin atau diperiksa dokter gigi. Namun sebagian lainnya bisa merasakan sensasi terbakar atau perih di area bercak, terutama saat mengonsumsi makanan yang bersifat asam, pedas, atau terlalu panas.

Penting untuk membedakan kondisi ini dari kelainan lain yang tampilannya serupa. Bercak putih tebal yang tidak bisa dihapus bisa menjadi tanda leukoplakia, sedangkan luka yang terus muncul di tempat yang sama lebih mengarah ke sariawan berulang. Perbedaan paling khasnya justru terletak pada sifatnya yang berubah-ubah dari hari ke hari.

Hubungan Geographic Tongue dengan Kondisi Kesehatan Lain

Beberapa kondisi lain dilaporkan sering ditemukan bersamaan dengan kelainan lidah ini. Selain psoriasis, pasien dengan kondisi fissured tongue, yaitu lidah yang memiliki alur atau celah di permukaannya, lebih sering mengalami kelainan lidah ini dibanding populasi umum. Kedua kondisi ini sering ditemukan bersamaan dan sama-sama dianggap jinak.

Beberapa laporan juga menghubungkan kondisi ini dengan sindrom Reiter dan kondisi autoimun tertentu, meskipun kaitannya belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah. Jika Anda mengalaminya bersamaan dengan gejala tidak biasa di bagian tubuh lain, informasikan hal ini kepada dokter untuk evaluasi menyeluruh.

Apakah Geographic Tongue Perlu Diobati

Pertanyaan ini paling sering muncul begitu pasien tahu kondisinya jinak. Secara medis kondisi ini termasuk jinak dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Tidak ada obat yang bisa menghilangkannya secara permanen, dan kondisi ini sering membaik dengan sendirinya meskipun bisa kambuh di kemudian hari.

Yang bisa dilakukan adalah mengelola gejalanya. Dokter gigi bisa merekomendasikan obat kumur antihistamin atau kortikosteroid topikal untuk mengurangi peradangan pada kasus yang mengganggu. Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela gigi menggunakan benang gigi juga tetap penting.

Kapan Harus ke Dokter Gigi

Ada beberapa situasi yang sebaiknya tidak ditunda pemeriksaannya. Jika bercak di lidah tidak berubah posisi atau bentuk selama lebih dari dua minggu, terasa sangat nyeri hingga mengganggu makan dan berbicara, disertai pembengkakan lidah, atau muncul bersamaan dengan gejala lain yang tidak biasa, segera periksakan ke dokter gigi. Pemeriksaan rutin setiap enam bulan adalah cara terbaik untuk memantau kondisi rongga mulut secara keseluruhan.

Kini Anda sudah memahami bahwa geographic tongue adalah kondisi jinak yang dalam banyak kasus tidak memerlukan pengobatan khusus. Memahaminya penting agar Anda tidak panik berlebihan, sekaligus tidak mengabaikan perubahan pada lidah yang mungkin memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Di Klinik Gigi Damessa, dokter kami siap membantu mengevaluasi kondisi rongga mulut Anda secara menyeluruh, termasuk memastikan apakah bercak di lidah Anda termasuk geographic tongue atau kondisi lain yang memerlukan penanganan berbeda. Jangan ragu untuk menjadwalkan konsultasi, ya!

Referensi

  • Picciani BLS, Domingos TA, Teixeira-Souza T, et al. (2016). Geographic tongue and psoriasis: clinical, histopathological, immunohistochemical and genetic correlation. Anais Brasileiros de Dermatologia. 91(4):410-421.
  • Assimakopoulos D, Patrikakos G, Fotika C, Elisaf M. (2002). Benign migratory glossitis or geographic tongue: an enigmatic oral lesion. American Journal of Medicine. 113(9):751-755.
  • Miloglu O, Goregen M, Giray EG, Altun O. (2009). The prevalence and risk factors associated with benign migratory glossitis lesions in 7619 Turkish dental outpatients. Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology, Oral Radiology, and Endodontology. 107(2):e29-33.