PSA (perawatan saluran akar) adalah perawatan untuk mengatasi infeksi atau radang pada jaringan pulpa sekaligus mempertahankan gigi agar tetap berada di rongga mulut.
Prosedurnya meliputi pemeriksaan, anestesi lokal, isolasi gigi, pembersihan dan pembentukan saluran akar, pengisian saluran akar, hingga restorasi gigi.
Perawatan ini dilakukan dengan anestesi lokal, sedangkan nyeri setelah tindakan dapat berbeda pada tiap orang, bergantung pada intensitas nyeri awal, usia, jenis kelamin, faktor psikologis, dan jumlah saluran akar yang dirawat.
PSA atau perawatan saluran akar adalah perawatan yang bertujuan mengatasi infeksi atau radang pada jaringan pulpa di dalam gigi, sekaligus mempertahankan gigi agar tetap berada di rongga mulut. Banyak orang baru mengenalnya setelah mengalami keluhan seperti ini: “Awalnya hanya lubang kecil dan terasa ngilu biasa. Saya biarkan karena sudah tidak sakit, jadi saya kira sudah sembuh. Tiba-tiba gigi sakit sendiri, rasanya berdenyut, apalagi kalau malam sampai tidak bisa tidur.”
Jika Anda pernah merasakannya, mungkin terlintas pikiran untuk mencabut gigi tersebut agar sumber nyerinya langsung hilang. Padahal, kondisi ini belum tentu berarti gigi tidak bisa dipertahankan. Mari kenali apa itu PSA, kapan dibutuhkan, bagaimana prosedurnya, dan apa manfaatnya.
Apa Itu PSA (Perawatan Saluran Akar)?
PSA adalah prosedur dental untuk mengatasi kondisi patologis, seperti infeksi pada ujung akar gigi (periapikal) dan radang pada ruang pulpa (pulpitis). Tujuannya adalah mempertahankan gigi yang sudah tidak dapat diselamatkan lagi melalui penambalan biasa. Tahapannya dimulai dari pembersihan ruang pulpa, disinfeksi ruang pulpa dan saluran akar secara efektif, lalu pembentukan dan pengisian saluran akar.
Agar lebih mudah memahaminya, ingat kembali bagian-bagian gigi pada gambar berikut:
Gambar 1. Struktur gigi permanen geraham (Farci & Soni, 2023)
Ketika lubang sudah cukup dalam hingga mencapai ruang pulpa, gigi tidak lagi bisa diatasi dengan penambalan biasa. Ruang pulpa mengandung banyak saraf dan pembuluh darah, sehingga bila terinfeksi, satu-satunya cara menyelamatkan gigi adalah mengambil saraf dan pembuluh darah tersebut agar infeksi tidak menyebar lebih lanjut.
Kapan PSA Dibutuhkan?
Perawatan ini dipertimbangkan ketika pulpa mengalami kerusakan yang tidak lagi dapat dipertahankan atau terdapat infeksi pada jaringan pulpa atau saluran akar. Kondisi ini dapat ditemukan pada:
Gigi berlubang yang sudah dalam
Gigi retak atau patah hingga melibatkan ruang pulpa
Gigi yang pernah dirawat tetapi mengalami infeksi ulang
Adapun tanda gigi yang mungkin membutuhkan PSA antara lain:
Nyeri spontan
Nyeri saat menggigit atau mengunyah (nyeri tekan)
Gigi berubah warna
Pembengkakan pada gusi
Tanda infeksi di sekitar ujung akar gigi pada pemeriksaan radiografi
Meski begitu, diagnosis yang tepat tetap memerlukan pemeriksaan klinis langsung oleh dokter gigi, jadi hindari self-diagnose.
Kekhawatiran terbesar kebanyakan orang tentu rasa sakit saat tindakan. Dengan anestesi lokal sebelum tindakan, PSA dapat dilakukan dengan nyaman dan tanpa rasa sakit. Meski begitu, sebagian orang dapat mengalami nyeri setelah tindakan, yang dipengaruhi beberapa hal berikut:
Intensitas nyeri awal: Rasa sakit sejak awal mencerminkan proses biologis dan radang yang berbeda pada tiap orang. Karena itu, meski gigi sudah dibersihkan dan saluran akarnya dirawat, respons setiap orang dapat berbeda.
Usia dan jenis kelamin: Perempuan berusia di bawah 55 tahun memiliki persentase lebih tinggi mengalami nyeri setelah perawatan dibandingkan laki-laki.
Faktor psikologis: Ketakutan terhadap perawatan gigi (dental fear) dan kecenderungan membayangkan nyeri secara berlebihan (pain catastrophizing) dapat meningkatkan persepsi nyeri dan membuat penyembuhan berjalan lebih lama. Kecemasan dan depresi turut berperan di dalamnya.
Jumlah saluran akar yang dirawat: Semakin banyak saluran akar yang dirawat, semakin luas area yang berpotensi mengalami iritasi, sehingga radang saat penyembuhan bisa berlangsung lebih lama (prolonged).
Bila nyeri makin berat, terus memburuk, atau disertai pembengkakan, segera konsultasikan kembali ke dokter gigi yang merawat Anda.
Tahapan Prosedur PSA
Prosedurnya umumnya berlangsung melalui tujuh tahap berikut:
Masyarakat sering menyebutnya cabut saraf. Pada PSA, dokter membersihkan jaringan pulpa yang meradang atau terinfeksi dari saluran akar, lalu mengisi dan menutupnya agar gigi asli tetap dapat dipertahankan.
Ya, dokter gigi Damessa menangani rangkaian perawatannya, mulai dari pemeriksaan dan rontgen, pembersihan serta pengisian saluran akar, hingga penutupan gigi dengan restorasi yang sesuai.
Pemeriksaan: Dokter gigi menanyakan keluhan dan riwayat gigi Anda, jadi jawablah dengan jujur agar diagnosis tidak keliru. Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan klinis untuk mencari sumber keluhan, lalu pemeriksaan radiografi sebagai penunjang untuk memastikan diagnosis.
Anestesi lokal: Bila gigi dinyatakan masih vital (hidup), anestesi lokal diberikan di area yang akan dirawat. Karena anestesinya lokal, Anda tetap sadar selama prosedur, tetapi tidak merasakan nyeri.
Isolasi gigi: Isolasi area kerja merupakan standar penting dalam perawatan konservasi gigi. Dokter umumnya memakai rubber dam agar area kerja jelas dan gigi tetap bersih serta terlindung dari air liur.
Membuat akses ke saluran akar: Dokter membuat akses melalui mahkota gigi untuk mencapai ruang pulpa dan saluran akar. Gigi depan umumnya memiliki satu akar, sedangkan gigi belakang umumnya memiliki lebih dari satu akar dan saluran akar.
Membersihkan dan membentuk saluran akar: Jaringan pulpa dan saluran akar yang meradang dibersihkan secara optimal dengan bantuan irigasi untuk mengurangi mikroorganisme dan sisa jaringan.
Mengisi saluran akar: Setelah bersih, saluran akar diisi dengan bahan khusus untuk menutup ruangnya dan mencegah mikroorganisme masuk kembali, sehingga infeksi ulang tidak terjadi.
Restorasi gigi: Setelah PSA selesai, gigi memerlukan restorasi sepertionlay, overlay, atau crown untuk mengembalikan fungsi dan melindungi struktur gigi yang tersisa. Jenisnya bergantung pada jumlah struktur gigi yang tersisa dan kondisi tiap gigi.
Manfaat PSA bagi Gigi Anda
Setelah mengenal prosedurnya, mungkin Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya manfaat PSA? Manfaatnya antara lain:
Mempertahankan gigi asli di dalam rongga mulut
Membantu mengatasi infeksi pada jaringan pulpa
Membantu menghilangkan sumber nyeri akibat kondisi pulpa tertentu
Membantu mencegah kebutuhan pencabutan gigi pada gigi yang masih dapat dipertahankan
Mau Tahu Apakah Gigi Anda Perlu PSA? Periksakan ke Klinik Gigi Damessa
Gigi berlubang yang terlihat dalam sebaiknya tidak ditunda penanganannya. Semakin dini diperiksa, semakin besar peluang gigi asli Anda dipertahankan melalui PSA tanpa harus berakhir dengan pencabutan. Konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Gigi Damessa terdekat.
Tim dokter gigi Damessa siap melihat kondisi akar gigi Anda lewat pemeriksaan dan rontgen, menjelaskan apakah perawatan ini diperlukan, melakukan perawatan saluran akar, hingga menutup gigi dengan tambalan atau crown agar kembali kuat untuk mengunyah.
Jika Anda masih ragu soal rasa sakit atau tahapan perawatannya, tanyakan langsung lewat tombol WhatsApp di laman ini. Admin Damessa akan menghubungkan Anda dengan cabang terdekat dan menjelaskan alur pemeriksaan awalnya. Di laman yang sama, banner promo memuat penawaran perawatan yang sedang berlaku, jadi sempatkan melihatnya sebelum membuat janji.
Gupta, R., Hegde, J., Prakash, V., & Srirekha, A. (2019). Concise conservative dentistry and endodontics. Elsevier India.
Mungia, R., Funkhouser, E., LawAS, Nixdorf, D. R., Diogenes, A., Kopycka-Kedzierawski, D. T., Caprio, D. S., Gilbert, G. H., & National Dental PBRN Collaborative Group (2026). Occurrence and predictors of severe pain one week after root canal treatment: the national dental PBRN PREDICT endodontic study. Journal of dentistry, 164, 106232.https://doi.org/10.1016/j.jdent.2025.106232