
Rekap Singkat
- Sariawan pada gusi merupakan luka pada jaringan gusi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti trauma, stres, kekurangan nutrisi, hingga infeksi virus.
- Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun perlu diwaspadai jika tidak sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu atau disertai gejala lain.
- Penanganan meliputi perbaikan nutrisi, menjaga kebersihan mulut, serta menghindari faktor pemicu.
Sahabat Damessa pernah nggak, sih, tiba-tiba merasakan nyeri pada daerah gusi? Padahal rasanya tidak makan-makanan yang aneh-aneh, sikat gigi pun rajin, tapi kok tiba-tiba ada rasa cenat cenut gitu, ya? Eh waktu dicek, ternyata ada sariawan di gusi! Kira-kira penyebab sariawan di gusi ini apa, ya? Normal nggak, sih, sariawan di gusi itu? Kita bahas bareng di artikel Damessa berikut ini, yuk!
Apa itu Sariawan?
Sariawan merupakan suatu luka yang terdapat di dalam rongga mulut yang biasanya berbentuk oval atau bulat dengan warna putih dan tepi kemerahan yang menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman. Lokasi dari sariawan ini pun bervariasi, lho, Sahabat Damessa!
Sariawan bisa di berbagai tempat di rongga mulut, mulai dari lidah, pipi bagian dalam, hingga gusi. Sariawan, di manapun lokasinya, tidak boleh disepelekan ya, Sahabat Damessa, apalagi bila sudah berlarut-larut atau sering kambuh.

Gambar 1. Sariawan pada gusi (Masui et al., 2018)
Penyebab Sariawan pada Gusi
Terjadinya sariawan pada gusi ternyata banyak penyebabnya, lho, Sahabat Damessa. Kita bahas satu persatu, yuk!
1. Trauma
Sahabat Damessa pernah nggak, sih, terlalu keras menyikat giginya lalu timbul sariawan? Nah, ternyata ketika kita menyikat gigi dan gusi terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak yang ada di rongga mulut, lho, Sahabat Damessa!
2. Stres/Imunitas
Ternyata stres dan kecemasan (anxiety) memiliki hubungan tidak langsung dengan terjadinya sariawan, lho, Sahabat Damessa! Ketika kita mengalami stres atau cemas yang berlebih, tubuh akan merespon dalam bentuk peningkatan pelepasan hormon stres atau yang lebih dikenal dengan kortisol.
Hormon inilah yang mampu merubah regulasi sistem imun dalam tubuh, bersamaan dengan adanya kebiasaan buruk yang mungkin ada (seperti menggigit pipi atau lidah ketika stres, menyikat gigi yang terlalu keras) menyebabkan terjadinya sariawan.
3. Defisiensi Nutrisi
Kurangnya nutrisi dalam tubuh kita, seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi ternyata mampu menyebabkan terjadinya sariawan, lho!
4. Adanya Infeksi Bakteri atau Virus
Pada anak-anak yang sering bertukar alat makan, atau yang memungkinkan kontak langsung dari cairan tubuh penderita, biasanya sering terjadi infeksi virus Herpes Simplex (HSV-1), lho, Sahabat Damessa. Di samping menyebabkan terjadinya demam, malaise, nyeri, dan gatal, biasanya juga ditemukan sariawan pada gusinya.

Gambar 2. Sariawan akibat infeksi virus (Kolegium Penyakit Mulut Indonesia, 2020)
Bagaimana Cara Mengatasi dan Mencegah Sariawan?
Untuk mengatasi sariawan ini ada beberapa perawatan yang bisa Sahabat Damessa lakukan, di antaranya:
1. Memperbaiki Asupan Nutrisi dan Gaya Hidup
Nutrisi yang terkandung dalam makanan dibagi menjadi dua, yakni makronutrisi dan mikronutrisi. Seringkali kita terlalu memerhatikan makronutrisi, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, tetapi melupakan mikronutrisi, seperti vitamin, mineral, dan air.
Padahal mikronutrisi juga berperan penting, lho, dalam tubuh kita. Zat besi dan seng yang terkandung dalam daging dan ikan, misalnya, merupakan mikronutrisi yang penting dalam penyembuhan luka, lho!
2. Hindari Stres
Kadar kortisol yang terlalu tinggi mampu menyebabkan perubahan pada sistem imun tubuh kita. Yuk, rawat bersama kesehatan mental kita, Sahabat Damessa.
3. Hindari Trauma
Menggunakan sikat gigi dengan bulu yang halus dan lembut, menggosoknya secara perlahan, dan menggunakan teknik yang benar merupakan langkah preventif untuk menghindari trauma akibat penggunaan sikat gigi. Nyatanya, ketika kita sikat gigi, kita tidak perlu menggosok terlalu keras supaya gigi kita menjadi bersih.
Baca juga: Panduan Obat Sariawan Ampuh: Pilihan Medis dan Alami untuk Penyembuhan Cepat
Kapan Perlu Waspada dan Pergi ke Dokter Gigi?
Sahabat Damessa amat sangat perlu untuk meningkatkan kewaspadaan ketika sariawan yang diderita tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, makin banyak, mengalami pembesaran, disertai nyeri hebat, meluas ke bagian tubuh yang lain, dan disertai gejala tambahan, seperti pembengkakan kelenjar, demam, dan berdarah.
Hal ini dikarenakan kemungkinan sariawan yang diderita bukanlah sariawan yang biasanya terjadi dan disebabkan oleh trauma ataupun defisiensi nutrisi. Bisa jadi sariawan ini merupakan manifestasi dari penyakit lain dalam tubuh kita juga, lho, Sahabat Damessa. Perlu diingat bahwa rongga mulut merupakan pintu masuk segalanya ke dalam tubuh kita, juga merupakan suatu jendela yang mencerminkan keadaan tubuh kita. Segera periksakan ke dokter gigi ya, Sahabat Damessa!
Nah, sekarang Sahabat Damessa sudah tahu, kan, bahwa sariawan pada gusi ini banyak penyebabnya, pun juga cara mencegahnya. Yuk, mulai sekarang perhatikan asupan nutrisi dengan lebih memperhatikan apa saja yang masuk ke tubuh kita, jaga kesehatan mental bersama, dan juga konsultasi ke dokter gigi 6 bulan sekali, ya, Sahabat Damessa. Bila ada keluhan bisa langsung datangi Klinik Damessa dengan cabang terdekat di kotamu!
Referensi:
Glick, M., Greenberg, M. S., Lockhart, P. B., & Challacombe, S. J. (2021). Burket’s oral medicine. Hoboken, NJ: Wiley Blackwell.
Kolegium Penyakit Mulut Indonesia. (2020). Panduan Praktik Klinis Ilmu Penyakit Mulut Edisi ke-1. Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia.
Masui, A., Morita, Y., Iwagami, T., Hamada, M., Shimizu, H., & Yura, Y. (2018). Successful Treatment of Persistent Bleeding from Gingival Ulcers in an Adolescent Patient with Irsogladine Maleate. Int J Oral Dent Health, 4:071. doi.org/10.23937/2469-5734/1510071
Tahir, S. M., Indriyanti, N., & Rouchmana, S. (2023). Observasi Klinik penggunaan Obat Sariawan Pada remaja. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 18, 177–181. https://doi.org/10.25026/mpc.v18i1.723