
Rekap Singkat!
- Mouthguard berfungsi sebagai pelindung gigi dan jaringan mulut dari risiko benturan, tekanan berlebih, serta cedera yang dapat terjadi saat berolahraga maupun akibat kebiasaan menggertakkan gigi.
- Waktu terbaik menggunakan mouthguard adalah saat melakukan aktivitas olahraga berisiko, terutama olahraga kontak fisik seperti sepak bola, bola basket, tinju, dan seni bela diri.
- Penggunaan mouthguard saat tidur dapat membantu melindungi gigi dari bruxism, yaitu kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi yang dapat menyebabkan keausan gigi dan nyeri rahang.
- Pasien yang menggunakan behel, memiliki riwayat cedera gigi, atau baru menjalani perawatan gigi tertentu dapat memperoleh manfaat tambahan dari penggunaan mouthguard sesuai rekomendasi dokter gigi.
Kesehatan gigi tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan menyikat gigi atau pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Dalam beberapa kondisi tertentu, gigi juga memerlukan perlindungan tambahan untuk mencegah cedera, kerusakan email gigi, hingga gangguan pada rahang. Salah satu alat yang sering direkomendasikan untuk tujuan tersebut adalah mouthguard.
Mouthguard merupakan alat pelindung yang digunakan di dalam mulut untuk melindungi gigi, gusi, dan jaringan lunak di sekitarnya dari benturan atau tekanan berlebih. Alat ini umum digunakan oleh atlet olahraga kontak fisik, tetapi manfaatnya tidak terbatas pada aktivitas olahraga saja. Pada beberapa kasus, mouthguard juga digunakan untuk membantu mengurangi dampak kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur.
Meskipun manfaatnya cukup besar, masih banyak orang yang belum memahami kapan waktu terbaik menggunakan mouthguard. Padahal, penggunaan pada waktu yang tepat dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut yang berpotensi memerlukan perawatan lebih kompleks di kemudian hari.
Apa Itu Mouthguard dan Mengapa Penting untuk Perlindungan Gigi?
Sebelum memahami kapan harus menggunakannya, penting untuk mengetahui fungsi utama mouthguard dalam menjaga kesehatan gigi.
Mouthguard adalah alat pelindung yang dirancang untuk menutupi gigi bagian atas dan terkadang bagian bawah guna mengurangi risiko cedera akibat benturan, tekanan, atau gesekan berlebihan. Alat ini bekerja sebagai bantalan yang membantu menyerap energi benturan sehingga risiko patah gigi, gigi tanggal, cedera gusi, dan trauma rahang dapat diminimalkan.
Penggunaan mouthguard menjadi penting karena cedera pada gigi sering kali terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi. Selain menyebabkan rasa sakit, kerusakan gigi akibat benturan dapat memerlukan prosedur perawatan yang kompleks seperti penambalan, perawatan saluran akar, hingga pemasangan mahkota gigi.
Baca juga: Gigi Patah Akibat Trauma, Ini Yang Harus Dilakukan dalam 30 Menit!
Waktu Terbaik Menggunakan Mouthguard Saat Berolahraga
Salah satu waktu paling umum untuk menggunakan mouthguard adalah saat berolahraga. Aktivitas olahraga tertentu memiliki risiko tinggi menyebabkan benturan pada wajah dan mulut. Risiko ini dapat terjadi baik karena kontak langsung dengan pemain lain maupun karena terkena peralatan olahraga.
1. Mouthguard untuk Olahraga Kontak Fisik
Penggunaan mouthguard sangat dianjurkan ketika Anda mengikuti olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti:
- Sepak bola
- Bola basket
- Tinju
- Seni bela diri
- Rugby
- Hoki
Dalam olahraga tersebut, benturan pada area wajah dapat terjadi sewaktu-waktu. Mouthguard membantu mengurangi risiko patah gigi, gigi terlepas, serta cedera pada bibir dan gusi.
2. Mouthguard untuk Olahraga Non-Kontak yang Berisiko
Meskipun tidak melibatkan kontak fisik secara langsung, beberapa olahraga tetap memiliki risiko cedera mulut, seperti:
- Bersepeda
- Skateboard
- Panjat tebing
- Berkuda
- Ski
Pada aktivitas tersebut, risiko jatuh dapat menyebabkan benturan keras pada wajah. Oleh karena itu, penggunaan mouthguard tetap direkomendasikan sebagai langkah pencegahan.
Menggunakan Mouthguard Saat Tidur untuk Mengatasi Bruxism
Selain untuk olahraga, mouthguard juga sering digunakan pada malam hari. Bruxism adalah kondisi ketika seseorang secara tidak sadar menggertakkan atau menggesekkan gigi, terutama saat tidur. Kebiasaan ini dapat memberikan tekanan besar pada gigi dan rahang.
1. Tanda-Tanda Anda Mungkin Membutuhkan Mouthguard Saat Tidur
Beberapa gejala yang sering ditemukan pada penderita bruxism meliputi:
- Gigi terasa ngilu saat bangun tidur
- Nyeri pada rahang
- Sakit kepala di pagi hari
- Gigi terlihat aus atau terkikis
- Otot wajah terasa tegang
Jika Anda mengalami gejala tersebut, dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penggunaan mouthguard diperlukan.
2. Manfaat Mouthguard untuk Bruxism
Penggunaan mouthguard saat tidur dapat membantu:
- Mengurangi gesekan antar gigi
- Melindungi email gigi dari keausan
- Mengurangi tekanan pada sendi rahang
- Membantu mengurangi rasa nyeri akibat kebiasaan menggertakkan gigi
Namun, penting untuk diketahui bahwa mouthguard tidak menghilangkan penyebab bruxism. Alat ini berfungsi sebagai perlindungan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Kapan Mouthguard Perlu Digunakan Setelah Perawatan Gigi?
Dalam beberapa kondisi tertentu, dokter gigi dapat menyarankan penggunaan mouthguard setelah prosedur perawatan tertentu. Hal ini dilakukan untuk membantu melindungi hasil perawatan dan mencegah kerusakan yang dapat mengganggu proses pemulihan.
1. Setelah Perbaikan Gigi yang Luas
Pasien yang baru menjalani prosedur seperti:
- Pemasangan mahkota gigi
- Restorasi gigi yang luas
- Rekonstruksi gigi akibat trauma
mungkin memerlukan mouthguard apabila masih aktif melakukan olahraga berisiko tinggi. Perlindungan tambahan ini membantu menjaga hasil perawatan tetap aman dari benturan.
2. Setelah Cedera Gigi
Pada kasus cedera gigi yang sedang dalam masa pemulihan, dokter gigi dapat merekomendasikan penggunaan mouthguard untuk mencegah trauma berulang yang dapat memperburuk kondisi.
Situasi yang Membuat Mouthguard Menjadi Sangat Penting
Terdapat beberapa kondisi yang membuat penggunaan mouthguard menjadi lebih penting dibandingkan kondisi lainnya.
1. Memiliki Riwayat Cedera Gigi
Jika Anda pernah mengalami gigi patah, retak, atau tanggal akibat benturan, penggunaan mouthguard dapat membantu mengurangi risiko cedera serupa di masa mendatang.
2. Menggunakan Behel atau Perawatan Ortodonti
Pasien yang sedang menjalani perawatan ortodonti dengan behel memiliki risiko lebih tinggi mengalami luka pada bibir dan pipi ketika terjadi benturan. Mouthguard dapat membantu melindungi jaringan lunak mulut sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada komponen ortodonti.
3. Memiliki Kebiasaan Menggertakkan Gigi
Apabila dokter gigi menemukan tanda-tanda keausan akibat bruxism, penggunaan mouthguard saat tidur sering kali menjadi bagian dari rencana perlindungan jangka panjang.
Cara Mengetahui Apakah Anda Membutuhkan Mouthguard
Tidak semua orang memerlukan mouthguard setiap hari. Namun, ada beberapa indikator yang dapat menjadi pertimbangan.
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi apabila:
- Aktif mengikuti olahraga berisiko cedera wajah
- Sering mengalami nyeri rahang saat bangun tidur
- Memiliki kebiasaan menggertakkan gigi
- Pernah mengalami trauma pada gigi
- Sedang menjalani perawatan ortodonti
Pemeriksaan oleh dokter gigi akan membantu menentukan apakah penggunaan mouthguard diperlukan sesuai kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda.
Tips Menggunakan Mouthguard dengan Benar
Agar manfaat mouthguard dapat diperoleh secara optimal, penggunaannya harus dilakukan dengan benar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Gunakan mouthguard sesuai petunjuk dokter gigi.
- Bersihkan mouthguard setelah digunakan.
- Simpan pada wadah yang bersih dan memiliki ventilasi.
- Hindari menyimpan mouthguard di tempat bersuhu tinggi.
- Periksa secara berkala apakah terdapat kerusakan atau perubahan bentuk.
- Lakukan evaluasi rutin ke dokter gigi untuk memastikan mouthguard masih sesuai dengan kondisi rongga mulut.
Perawatan yang baik akan membantu menjaga kebersihan alat sekaligus memperpanjang masa penggunaannya. Mouthguard merupakan alat pelindung yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dari berbagai risiko cedera dan kerusakan.
Waktu terbaik menggunakan mouthguard umumnya saat melakukan olahraga yang berisiko benturan pada wajah, ketika mengalami kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur, atau pada kondisi tertentu yang direkomendasikan oleh dokter gigi setelah perawatan.
Penggunaan mouthguard yang tepat dapat membantu melindungi gigi, gusi, serta struktur rahang dari kerusakan yang berpotensi memerlukan perawatan lebih lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan alat ini diperlukan dan memastikan penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter gigi.
Jika Anda aktif berolahraga, sering mengalami nyeri rahang saat bangun tidur, atau ingin mengetahui apakah membutuhkan mouthguard untuk perlindungan gigi, segera lakukan pemeriksaan di klinik gigi Damessa. Tim dokter gigi akan membantu mengevaluasi kondisi gigi dan mulut Anda serta memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai agar kesehatan gigi tetap terjaga dalam jangka panjang.
Referensi
- Parker K, Marlow B, Patel N, Gill DS. A review of mouthguards: effectiveness, types, characteristics and indications for use. British Dental Journal. 2017;222(8):629-633.