
Rekap Singkat!
- Pijat untuk sakit gigi bekerja lewat rangsangan pada titik tertentu yang dapat memengaruhi jalur nyeri, bukan dengan menyembuhkan giginya.
- Tidak semua nyeri gigi terbantu oleh cara ini karena nyeri dari infeksi dalam umumnya tidak berkurang berarti.
- Sebagian orang baru menyadari nyerinya kembali begitu tekanan dilepas atau beberapa jam kemudian.
- Nyeri yang disertai bengkak dan demam perlu segera ditangani agar infeksinya tidak menyebar lebih jauh.
- Pemilihan klinik dan dokter gigi yang berpengalaman berperan penting dalam menangani penyebab nyeri secara tepat.
Ketika gigi berdenyut di tengah malam, hampir semua cara terasa layak dicoba. Salah satu yang paling sering dicari adalah pijat untuk sakit gigi.
Cara ini berakar pada praktik akupresur yang menekan titik tertentu di tubuh. Sebagian penelitian menunjukkan rangsangan seperti itu dapat memengaruhi persepsi nyeri.
Namun, harapan terhadap hasilnya perlu ditempatkan secara wajar. Pijatan tidak menyentuh penyebab nyeri yang ada di dalam gigi. Oleh karena itu, cara kerjanya perlu dipahami lebih dulu.
Bagaimana Pijat untuk Sakit Gigi Bisa Membantu?
Pijat untuk sakit gigi diduga merangsang serat saraf yang ikut mengatur penyampaian sinyal nyeri ke otak. Efeknya bersifat sementara, sehingga penanganan penyebab nyeri gigi tetap menjadi langkah utama.
Sebagian penelitian juga mengaitkan pijat untuk sakit gigi dengan berkurangnya ketegangan otot di sekitar rahang. Otot yang lebih rileks dapat mengurangi rasa tidak nyaman yang menyertai nyeri gigi.
Meskipun demikian, bukti ilmiahnya masih terbatas dan hasilnya berbeda antarorang. Cara ini paling tepat diposisikan sebagai penolong sementara menjelang pemeriksaan.
5 Titik Pijat untuk Sakit Gigi yang Bisa Dicoba
Beberapa titik berikut paling sering disebut dalam praktik akupresur untuk keluhan di area wajah.
Beberapa titik pijat untuk sakit gigi yang dapat dicoba antara lain:
1. Titik di Pangkal Ibu Jari dan Telunjuk
Titik ini terletak pada bagian berdaging di antara ibu jari dan telunjuk.
Dalam akupresur, titik tersebut dikenal sebagai salah satu yang paling banyak dipakai untuk keluhan nyeri di kepala dan wajah. Penekanan dilakukan lembut dengan gerakan memutar selama beberapa menit.
Baca juga: 5 Titik Saraf Sakit Gigi yang Dikaitkan dengan Peredaan Nyeri
Namun, titik ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Beberapa panduan tradisional menyarankan kehati-hatian pada kelompok tersebut.
2. Titik di Sudut Rahang Bawah
Titik ini berada pada otot yang menonjol saat rahang dikatupkan.
Penekanan di area tersebut dapat membantu mengendurkan otot pengunyah yang menegang. Ketegangan otot sering memperberat rasa nyeri yang berasal dari gigi.
Tekanan sebaiknya diberikan secara perlahan dan tidak berlebihan. Area ini cukup peka pada sebagian orang.
3. Titik di Depan Telinga
Titik ini terletak pada cekungan kecil tepat di depan lubang telinga.
Area tersebut berdekatan dengan sendi rahang, sehingga penekanan ringan kadang membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Sebagian keluhan yang dikira sakit gigi justru berasal dari gangguan sendi rahang.
Penekanan dilakukan dengan mulut sedikit terbuka. Gerakan memutar lembut umumnya lebih nyaman.
4. Titik di Bawah Tulang Pipi
Titik ini berada di bawah tonjolan tulang pipi, sejajar dengan sudut luar mata.
Penekanan di area tersebut sering dikaitkan dengan keluhan nyeri pada gigi rahang atas. Rasa pegal ringan saat ditekan termasuk hal yang wajar.
Namun, nyeri yang bertambah tajam saat ditekan perlu diperhatikan. Kondisi tersebut dapat menandakan peradangan di bawahnya.
5. Titik di Punggung Telapak Kaki
Titik ini terletak di antara pangkal jari kaki kedua dan ketiga.
Dalam praktik akupresur, titik ini dikaitkan dengan keluhan pada wajah dan kepala. Penekanan dilakukan dengan ibu jari selama beberapa menit.
Meskipun terdengar jauh dari lokasi nyeri, pendekatan ini memang bagian dari praktik tradisional. Bukti ilmiahnya masih terbatas dan hasilnya tidak selalu sama.
Hal yang Sering Dilewatkan dari Cara Ini
Banyak orang melakukan pijat untuk sakit gigi dengan kekuatan penuh agar nyerinya cepat hilang. Padahal, tekanan berlebihan dapat menimbulkan memar dan justru menambah rasa tidak nyaman.
Sebagian orang juga memijat langsung pada pipi yang bengkak. Padahal, pembengkakan umumnya menandakan infeksi, dan penekanan pada area tersebut dapat memperburuk keadaan.
Selain itu, ada anggapan bahwa nyeri yang reda berarti masalahnya selesai. Dalam banyak kasus, hilangnya nyeri hanya menandakan rangsangan sedang bekerja, bukan penyebabnya teratasi.
Kapan Pijat untuk Sakit Gigi Tidak Lagi Menolong?
Langkah pertama adalah menilai seberapa berat keluhannya. Nyeri ringan yang datang sesekali umumnya masih dapat dibantu cara sederhana sambil menunggu jadwal pemeriksaan.
Apabila nyeri berdenyut terus-menerus atau mengganggu tidur, penyebabnya kemungkinan sudah mencapai bagian dalam gigi. Kondisi seperti gigi berlubang yang dalam memerlukan tindakan langsung.
Namun, beberapa keadaan memerlukan perhatian yang jauh lebih segera. Pembengkakan yang meluas ke wajah atau leher, demam tinggi, kesulitan menelan, kesulitan membuka mulut, atau sesak napas sebaiknya segera dibawa ke unit gawat darurat karena dapat menandakan infeksi yang menyebar.
Pada keadaan tersebut, pijat untuk sakit gigi tidak akan menolong sama sekali. Menunda pemeriksaan justru memberi waktu bagi infeksi untuk meluas.
Cara Meredakan Nyeri Gigi Sambil Menunggu Pemeriksaan
Selain pijat untuk sakit gigi, beberapa langkah sederhana dapat membuat malam terasa lebih tertahankan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
1. Kompres Dingin pada Bagian Luar Pipi
Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Kompres dibungkus kain dan ditempelkan beberapa menit dengan jeda.
Kompres hangat sebaiknya dihindari bila ada pembengkakan. Suhu hangat dapat mempercepat penyebaran infeksi.
2. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Berkumur air garam membantu membersihkan sisa makanan di sekitar gigi. Larutan ini juga dapat memberi rasa lebih nyaman sementara.
Larutan dibuat encer agar tidak mengiritasi jaringan. Berkumur dilakukan perlahan tanpa dikuat-kuatkan.
3. Hindari Pemicu yang Memperberat Nyeri
Makanan yang terlalu panas, dingin, manis, atau keras sebaiknya dihindari sementara. Rangsangan tersebut dapat memicu nyeri berdenyut.
Mengunyah di sisi yang tidak sakit juga membantu. Sisi yang bermasalah sebaiknya diistirahatkan.
4. Jangan Menunda Pemeriksaan
Semua cara di atas bersifat sementara dan tidak menggantikan tindakan. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk menemukan sumber nyerinya.
Menunda sambil terus meredakan sendiri dapat memperbesar masalah. Dalam banyak kasus, kerusakan terus berlanjut meski nyerinya tidak terasa.
Pijat untuk Sakit Gigi Hanya Menahan, Bukan Menyembuhkan
Cara ini boleh dicoba saat Anda benar-benar terdesak, asalkan tidak dijadikan alasan untuk menunda pemeriksaan berminggu-minggu.
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, mulai dari kekuatan tekanan, area yang sebaiknya dihindari, hingga tanda yang menuntut penanganan segera. Pijat untuk sakit gigi dapat meringankan sementara, tetapi tidak mengubah kondisi di dalam gigi.
Apabila nyeri gigi Anda berulang atau tidak kunjung reda, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.
Pijatan hanya menenangkan sinyal nyeri di permukaan, sedangkan sumbernya, entah lubang yang dalam maupun saraf yang meradang, tetap perlu ditangani langsung. Tim dokter gigi Damessa siap memeriksa penyebabnya dan menuntaskannya lewat penambalan atau perawatan saluran akar sesuai kondisi Anda, sehingga nyeri tidak perlu ditahan setiap malam.
Referensi
- Ernst, E., & Pittler, M. H. (1998). The effectiveness of acupuncture in treating acute dental pain: A systematic review. British Dental Journal, 184(9), 443-447.
- Chen, Y. W., & Wang, H. H. (2014). The effectiveness of acupressure on relieving pain: A systematic review. Pain Management Nursing, 15(2), 539-550.
- Renton, T. (2020). Tooth-related pain or not? Headache, 60(1), 235-246.