gigi susu hilang

Rekap Singkat

  • Gigi susu hilang terlalu dini dapat menyebabkan keterlambatan erupsi gigi tetap dan meningkatkan risiko susunan gigi tidak rapi.
  • Faktor seperti nutrisi, ruang rahang, dan genetik dapat memengaruhi pertumbuhan gigi tetap pada anak.
  • Space maintainer digunakan untuk menjaga ruang gigi agar pertumbuhan gigi tetap tetap optimal dan mencegah maloklusi.

Gigi susu hilang sebelum waktunya dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan gigi tetap dan berisiko menimbulkan susunan gigi yang tidak rapi. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus, salah satunya dengan penggunaan space maintainer untuk menjaga ruang gigi.

Sahabat Damessa pasti memerhatikan pertumbuhan gigi sang buah hati dengan saksama, bukan? Terkadang ada gigi susu yang sudah goyang atau bahkan tanggal duluan, tetapi belum ada tanda-tanda gigi tetap tumbuh. Bila demikian, Sahabat Damessa jangan sampai mengabaikannya, ya! Tumbuh kembang dari gigi geligi buah hati penting sekali, lho, untuk kerapihan giginya di masa mendatang. Simak di artikel Damessa berikut ini, yuk!

Kapan Waktu Normal Gigi Tetap Tumbuh?

Sahabat Damessa tahu nggak, sih, bahwa gigi geligi kita memiliki urutan untuk tumbuh, lho! Pada saat anak-anak akan masuk sekolah dasar, yakni sekitar umur 6 tahun, umumnya gigi geraham pertama tetap rahang bawahnya akan tumbuh sehingga anak akan cenderung lebih mudah rewel dibandingkan biasanya.

image 2
Gambar 1. Erupsi gigi tetap geraham bawah (Marwah, 2019)

Setelah gigi geraham bawahnya tumbuh, gigi seri bawah juga akan ikut tumbuh, lho, Sahabat Damessa! Biasanya akan diikuti dengan tumbuhnya gigi geraham atas dan gigi seri atas, gigi taring bawah, gigi geraham kecil atas, gigi geraham kecil bawah, dan gigi taring atas secara berurutan. Kurang lebih skemanya seperti gambar di bawah ini.

image 5
Gambar 2. Urutan erupsi gigi tetap (Marwah, 2019)

Gigi sulung yang tanggal ini nantinya akan digantikan oleh gigi tetap dan biasanya waktu tumbuh gigi tiap anak bisa berbeda. Mengapa demikian? Studi menunjukkan bahwa status nutrisi pada saat kehamilan, status nutrisi anak tersebut, keadaan sosial ekonomi, dan faktor lingkungan mampu memengaruhi waktu tumbuh gigi tiap anak. Bagaimana hal tersebut memengaruhi?

Lebih lanjut, studi menunjukkan bahwa anak-anak dengan keadaan stunting atau berat badan kurang dari normal cenderung mengalami keterlambatan erupsi dari gigi tetap dikarenakan kekurangan nutrisi. Kandungan nutrisi seperti kalsium, fosfor, vitamin C dan D merupakan nutrisi-nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan dari gigi sang buah hati, lho, Sahabat Damessa. Ketika sang buah hati kekurangan nutrisi tersebut, dalam keadaan yang berkelanjutan atau terus menerus, mampu menyebabkan terjadinya enamel hypoplasia, lho!

Lantas, Mengapa Gigi Tetap Belum juga Tumbuh?

Apabila ternyata faktor-faktor yang tadi sudah tercukupi, kemungkinan terjadinya keterlambatan tumbuh dari gigi sang buah hati ada beberapa hal, lho, di antaranya:

1. Kehilangan Gigi Susu Terlalu Dini

Ketika gigi susu hilang terlalu cepat, umumnya gigi tetap belum sempat untuk meresorpsi akar dari gigi susu ini. Hal ini nantinya menyebabkan terjadinya perubahan pada jaringan lunak di sekitar gigi tetap yang akan tumbuh, lho, Sahabat Damessa!

2. Kurangnya Ruang untuk Erupsi

Sebuah studi menunjukkan ketika lengkung rahang pada anak-anak kurang dari seharusnya, gigi-gigi cenderung akan tumbuh secara ektopik atau tidak sesuai pada tempatnya. 

3. Faktor Genetik

Faktor genetika atau keturunan memiliki peran penting dalam perkembangan sang buah hati. Studi menunjukkan bahwa ada beberapa keluarga yang mengalami keterlambatan erupsi dari gigi tetap yang terjadi di masing-masing keluarga tersebut.

Baca juga: Fissure Sealant Gigi Geraham Anak, Solusi Cegah Karies Sejak Dini

Apa Risikonya Jika Gigi Susu Hilang Dibiarkan?

Ketika ruang kosong akibat dari gigi sulung yang tumbuh duluan dibiarkan, gigi-gigi di sampingnya bisa bergeser dan menutup ruang tersebut. Hal ini mengakibatkan gigi tetap menjadi tumbuh tidak beraturan atau berjejal. Kondisi ini disebut dengan maloklusi.

Mengapa bisa terjadi? Umumnya, gigi terus menerus dan akan selalu mencari kontak gigitan dengan gigi-gigi yang ada di sebelahnya dan gigi-gigi yang berlawanan. Ketika ruang ini tidak dijaga, gigi-gigi ini akan bergeser mencari tempat yang paling ‘pas’ untuk berkontak.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menjaga Ruang Tersebut?

Ternyata ada, lho, piranti yang dibuat oleh dokter gigi untuk menjaga ruang agar tetap sesuai dengan aslinya. Piranti ini disebut dengan space maintainer. Space maintainer merupakan alat yang dibuat untuk mempertahankan ruang akibat kehilangan gigi susu secara prematur atau lebih cepat dari seharusnya.

Space maintainer diindikasikan untuk beberapa hal di antaranya menjaga ruang, mencegah terjadinya maloklusi, mengarahkan supaya susunan gigi menjadi lebih optimal, serta meningkatkan sistem pengunyahan sang buah hati. Space maintainer ini juga banyak macamnya, lho, Sahabat Damessa ada yang bisa dilepas pasang dan ada juga yang berupa piranti cekat (tidak bisa dilepas).

image 3
image 4
Gambar 3. Macam piranti space maintainer: piranti lepasan (kiri), piranti cekat (kanan)

Nah, sekarang Sahabat Damessa sudah tahu, kan, bahwa gigi susu hilang duluan harus tetap dijaga ruangnya supaya gigi-gigi di sampingnya tidak bergeser. Yuk, segera periksakan kondisi rongga mulut sang buah hati di klinik Damessa. Ingat selalu, Sahabat Damessa, mencegah lebih baik dibandingkan mengobati! Untuk informasi lainnya, Anda juga dapat follow Instagram @damessa.dentalclinic.

Referensi:

Marwah, N. (2019). Textbook of Pediatric Dentistry (4th ed.). New Delhi, India: Jaypee Brothers Medical Publishers. 

Micheli, O., Athanasiou, M., Kristof, V., & Antonarakis, G. S. (2025). Chronology and Sequence of Permanent Tooth Eruption in a Multi-Ethnic Urban Population. Dentistry journal, 13(8), 356. https://doi.org/10.3390/dj13080356

Spodzieja, K., & Olczak-Kowalczyk, D. (2022). Premature Loss of Deciduous Teeth as a Symptom of Systemic Disease: A Narrative Literature Review. International journal of environmental research and public health, 19(6), 3386. https://doi.org/10.3390/ijerph19063386

Umniyati H, Prasonto D, Pramigi U, Suriyah WH, Mohd Dom TN. Factors affecting delayed tooth eruption among children aged 6-24 Months: a cross-sectional study. J. Kedokt. Gigi Univ. Padjadjaran. 2025;37(3):308-318. DOI: 10.24198/jkg.v37i3.67954