
Rekap Singkat
- Kebiasaan menjilat bibir dapat membuat bibir semakin kering karena enzim dalam air liur merusak lapisan pelindung bibir.
- Lip-licker’s dermatitis adalah peradangan pada bibir akibat kebiasaan menjilat bibir secara terus-menerus.
- Pencegahan bibir kering dapat dilakukan dengan menjaga hidrasi, menggunakan pelembab bibir, dan menghentikan kebiasaan menjilat bibir.
Kebiasaan menjilat bibir ternyata tidak membuat bibir lebih lembab, melainkan dapat memperparah kekeringan dan menyebabkan bibir pecah-pecah. Hal ini disebabkan oleh penguapan air liur serta efek iritasi dari enzim yang terkandung di dalamnya.
Apakah Sahabat Damessa memiliki kebiasaan menjilat bibir sendiri? Alih-alih makin lembab karena ‘basah’ oleh air liur, kok malah makin kering dan pecah-pecah, ya? Kira-kira mengapa hal ini bisa terjadi? Yuk, cari tahu jawabannya bersama di artikel Damessa berikut ini!
Mengapa Kebiasaan Menjilat Bibir Membuat Bibir Makin Kering?
Banyak dari kita berpikiran bahwa ketika bibir kering, menjilatnya dengan lidah yang basah dan kaya akan air liur akan membuat bibir kembali ‘segar’ dan lembab. Namun nyatanya tidak demikian, lho, Sahabat Damessa!
Sahabat Damessa tahu nggak, sih, kalau di dalam air liur kita, terkandung banyak sekali enzim-enzim pencernaan yang mampu merugikan kulit bibir yang halus? Enzim ini mampu menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung sehingga kulit bibir akan berkurang kelembabannya dan meningkat kerentanannya terhadap iritan. Ketika bibir makin kurang lembab, banyak dari kita yang alih-alih menghentikan kebiasaan itu, malah makin menjilat bibir kita menjadi lebih sering.
Baca juga: Bercak Putih pada Lidah: Perlu Waspada atau Tidak, ya?
Kombinasi dan siklus yang berulang itulah yang mampu menyebabkan bibir menjadi cenderung lebih mudah kering, pecah-pecah, mengelupas, bahkan berdarah. Faktor lain yang mampu memperparah dari keringnya bibir ini di antaranya adalah cuaca yang kering (dengan suhu yang rendah maupun tinggi) dan paparan sinar matahari.
Alasan dari di baliknya mengapa pasien terus menerus menjilat bibir mereka juga beragam. Penyebab utamanya dikarenakan kondisi cuaca, cemas, bahkan bisa juga dikarenakan hidung tersumbat secara kronis sehingga menyebabkan bernapas melalui mulut. Adanya konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat diuretik, antiemetik, dan kemoterapi mampu menyebabkan bibir kering yang mengarah ke kebiasaan menjilat bibir.
Kenalan dengan Lip-Licker’s Dermatitis, yuk!
Lip-licker’s dermatitis atau dikenal juga dengan lip-lick cheilitis merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya kebiasaan menjilat bibir terus menerus yang menyebabkan air liur merusak lapisan kulit. Lip-licker’s dermatitis ini akan tampak berupa pengelupasan, kekeringan, kemerahan yang menerap, dan peradangan pada bibir penderita. Kondisi ini bisa makin parah dan berkembang menjadi cheilits simplex, angular cheilitis, factitial cheilitis atau infeksi sekunder.
Bagaimana Cara Mengatasi atau Mencegah terjadinya Lip-Licker’s Dermatitis?
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi bahkan mencegah terjadinya lip licker’s dermatitis, di antaranya:
- Meminum cukup air.
- Menggunakan pelembab bibir secara rutin, terutama ketika bibir terasa sangat kering dengan tetap memerhatikan kandungan dar pelembab bibir yang digunakan.
- Menggunakan pelembab bibir yang mengandung proteksi terhadap sinar matahari (SPF ≥ 30) ketika berencana untuk keluar rumah pada saat kondisi terik.
Ketitka gejala-gejala lip-licker’s dermatitis mulai muncul, seperti adanya pengelupasan maupun bibir kering, hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:
- Menggunakan pelembab yang netral dan tidak mengiritasi, minim pewangi, pewarna, dan perasa.
- Diusahakan untuk tidak menyentuh, menggosok, atau bahkan kembali menjilat bibir yang sedang kering dikarenakan dapat memperparah kondisi bibir pada saat itu.
- Menghentikan kebiasaan menjilat bibir.
Nah, jadi itu tadi Sahabat Damessa mengapa kebiasaan menjilat bibir justru mampu memperparah kondisi bibir pada saat dijilat. Sahabat Damessa juga sekarang mengetahui bagaimana cara mencegah dan mengatasi bibir kering itu tadi, kan? Jangan lupa untuk tetap jaga kesehatan ya, Sahabat Damessa! Segera periksakan keluhanmu ke Klinik Damessa! Untuk informasi lainnya, Anda juga dapat follow Instagram @damessa.dentalclinic.
Referensi:
Fonseca, A., Jacob, S. E., & Sindle, A. (2020). Art of prevention: Practical interventions in lip-licking dermatitis. International journal of women’s dermatology, 6(5), 377–380. https://doi.org/10.1016/j.ijwd.2020.06.001
Stone, R. J., Labert, G. M., & Norman, R. A. (2024). Lip-Lick Cheilitis and Its Connection to the Brain. Cureus, 16(7), e64312. https://doi.org/10.7759/cureus.64312