Tanda Lidah Berjamur yang Sebaiknya Tidak Diabaikan

Rekap Singkat!

  • Lidah berjamur umumnya berkembang karena daya tahan tubuh menurun, pemakaian antibiotik jangka panjang, atau kebersihan mulut yang kurang terjaga.
  • Tidak semua bercak putih di lidah menandakan jamur karena sebagian berasal dari sisa makanan atau lapisan lidah biasa.
  • Pemakai gigi tiruan dan orang dengan mulut kering termasuk kelompok yang paling sering mengalaminya.
  • Keluhan yang menetap perlu segera diperiksakan agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani dengan tepat.

Lidah yang tiba-tiba tertutup lapisan putih sering membuat orang khawatir. Sebagian menganggapnya sisa susu atau makanan, sebagian lagi mengira mulutnya sekadar kurang bersih.

Padahal, lapisan tersebut kadang menandakan lidah berjamur, yaitu infeksi jamur pada permukaan lidah dan jaringan mulut. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah kandidiasis oral.

Tidak sedikit orang menunda pemeriksaan karena keluhannya terasa ringan. Padahal, lidah berjamur sering menjadi petunjuk adanya kondisi lain di dalam tubuh. Oleh karena itu, tandanya perlu dikenali sejak awal.

Apa Itu Lidah Berjamur dan Mengapa Bisa Terjadi?

Jamur Candida albicans sebenarnya hidup normal dalam jumlah kecil di rongga mulut. Keseimbangan tersebut dapat terganggu ketika daya tahan tubuh menurun atau lingkungan mulut berubah.

Pemakaian antibiotik berspektrum luas, obat semprot kortikosteroid untuk asma, mulut yang kering, serta kadar gula darah yang tinggi termasuk pemicu yang sering ditemukan. Kebersihan mulut yang kurang terjaga juga berperan, sehingga pembersihan karang gigi kerap dianjurkan sebagai bagian dari penanganannya.

Pemakai gigi tiruan termasuk kelompok yang paling sering mengalami lidah berjamur. Permukaan gigi tiruan yang jarang dibersihkan dapat menjadi sarang jamur, terlebih bila pemasangannya sudah longgar dan menyisakan celah lembap.

5 Tanda Lidah Berjamur yang Perlu Diperhatikan

Beberapa tanda berikut sering muncul ketika pertumbuhan jamur di mulut mulai berlebihan.

Beberapa tanda lidah berjamur yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Bercak Putih yang Dapat Dikerok

Bercak putih menyerupai sisa susu adalah tanda yang paling sering ditemukan.

Bercak tersebut umumnya dapat dikerok atau diusap, dan meninggalkan permukaan kemerahan di bawahnya. Bagian yang terbuka kadang terasa perih atau sedikit berdarah.

Baca juga: Bercak Putih pada Lidah: Perlu Waspada atau Tidak, ya?

Namun, bercak putih yang justru tidak bisa dikerok perlu perhatian berbeda. Kondisi seperti itu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter gigi.

2. Permukaan Lidah Memerah dan Terlihat Licin

Sebagian kasus tidak menampakkan bercak putih sama sekali.

Permukaan lidah justru terlihat memerah dan lebih licin dari biasanya. Hal ini terjadi karena tonjolan halus pada lidah ikut menipis oleh peradangan.

Perubahan ini kadang disertai rasa tidak nyaman saat menelan. Karena tampilannya tidak khas, tandanya sering luput dari perhatian.

3. Rasa Perih atau Terbakar saat Makan

Rasa panas seperti terbakar cukup sering dikeluhkan pasien.

Keluhan ini biasanya memberat saat menyantap makanan pedas, asam, atau panas. Sebagian orang sampai mengurangi porsi makan karena rasa tidak nyaman tersebut.

Apabila keluhan berlangsung berhari-hari, sebaiknya tidak dianggap sekadar sariawan biasa. Pemeriksaan membantu memastikan penyebabnya.

4. Perubahan Rasa di Mulut

Sebagian pasien merasa lidahnya tidak lagi mengecap seperti biasa.

Makanan dapat terasa hambar, atau muncul rasa logam dan rasa pahit yang menetap. Sebagian orang juga menggambarkan mulutnya terasa seperti berkapas.

Perubahan rasa yang berlangsung lama sebaiknya disampaikan kepada dokter gigi. Keluhan ini sering menyertai lidah berjamur pada tahap awal.

5. Retakan atau Luka di Sudut Bibir

Retakan pada kedua sudut bibir kerap muncul bersamaan dengan keluhan di lidah.

Bagian tersebut dapat tampak memerah, pecah-pecah, dan terasa perih saat membuka mulut. Kondisi ini dikenal dengan istilah keilitis angularis.

Keluhan tersebut kadang menandakan adanya gangguan lain, seperti kekurangan zat gizi atau daya tahan tubuh yang menurun. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh cukup dianjurkan.

Mengapa Kondisi Ini Sering Tidak Disadari Sejak Awal?

Sebagian besar kasus pada tahap awal tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Padahal, nyeri sering menjadi satu-satunya alasan seseorang memeriksakan mulutnya.

Selain itu, lapisan putih di lidah dianggap hal biasa yang cukup diatasi dengan menyikat lebih keras. Menyikat lidah terlalu keras justru dapat melukai permukaannya dan memperberat rasa perih.

Dalam banyak kasus, keluhan juga dikira sariawan yang berulang dan akan sembuh sendiri. Karena itu, pemeriksaan kerap tertunda sampai rasa tidak nyaman mengganggu makan sehari-hari.

Kapan Lidah Berjamur Perlu Diperiksakan ke Dokter Gigi?

Langkah pertama adalah memeriksakan keluhan tersebut agar penyebabnya dapat dipastikan. Dokter gigi akan menilai bentuk, warna, serta apakah lapisan putihnya dapat diangkat.

Penelusuran riwayat kesehatan juga penting dilakukan. Pemakaian antibiotik, obat semprot asma, riwayat diabetes, atau pemakaian gigi tiruan dapat menjelaskan mengapa lidah berjamur muncul.

Namun, beberapa keadaan sebaiknya diperiksakan lebih cepat. Keluhan yang tidak membaik lebih dari dua minggu, bercak putih yang tidak dapat dikerok, luka yang mudah berdarah, kesulitan menelan, atau keluhan yang kembali berulang perlu dinilai lebih lanjut.

Pada bayi dan anak kecil, keluhan yang membuat sulit menyusu atau makan juga perlu perhatian. Pemeriksaan gigi anak membantu memastikan penanganannya sesuai usia.

Kebiasaan yang Membantu Mencegah Lidah Berjamur

Pencegahannya sebenarnya sederhana, tetapi justru bagian sederhana inilah yang paling sering terlewat dalam rutinitas harian.

Beberapa kebiasaan yang dapat membantu antara lain:

1. Bersihkan Lidah Setiap Menyikat Gigi

Permukaan lidah menyimpan lapisan yang tidak ikut terangkat saat menyikat gigi. Membersihkannya dengan lembut membantu mengurangi penumpukan tersebut.

Gerakan menyapu dari belakang ke depan umumnya sudah memadai. Tekanan yang berlebihan justru dapat melukai permukaan lidah.

2. Rawat Gigi Tiruan dengan Benar

Gigi tiruan sebaiknya dilepas dan dibersihkan setiap hari. Merendamnya semalaman membantu menjaga kebersihan permukaannya.

Gigi tiruan yang longgar juga perlu disesuaikan kembali. Celah yang terbentuk dapat menjadi tempat jamur berkembang.

3. Berkumur Setelah Memakai Obat Semprot

Pemakai obat semprot kortikosteroid dianjurkan berkumur setelah menggunakannya. Kebiasaan ini membantu mengurangi sisa obat yang tertinggal di mulut.

Langkah sederhana tersebut cukup berpengaruh dalam jangka panjang. Sisa obat yang menetap dapat mengganggu keseimbangan mikroba mulut.

4. Jaga Kelembapan Mulut

Mulut yang kering membuat jamur lebih mudah berkembang. Minum air putih secara cukup membantu menjaga kelembapannya.

Sebagian obat dapat mengurangi produksi air liur. Keluhan mulut kering yang menetap sebaiknya disampaikan kepada tenaga kesehatan.

Lidah Berjamur Umumnya Dapat Ditangani dengan Baik

Menemukan lapisan putih di lidah memang mengkhawatirkan, tetapi sebagian besar kasus lidah berjamur tergolong ringan dan membaik setelah penyebabnya ditangani dengan tepat.

Ada beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan, mulai dari bercak putih yang dapat dikerok, permukaan lidah yang memerah, rasa perih, perubahan rasa, hingga retakan di sudut bibir. Memastikan penyebab lidah berjamur sejak awal membantu penanganan berjalan lebih terarah.

Perawatan di rumah memang membantu, tetapi memastikan pemicunya sering kali membutuhkan pemeriksaan langsung. Pada pemakai gigi tiruan, dokter perlu menilai kecekatan serta kebersihan gigi tiruan, sementara penumpukan plak yang menjadi sarang jamur umumnya perlu diangkat lewat pembersihan menyeluruh di klinik.

Apabila lapisan putih di lidah Anda tidak kunjung hilang atau keluhannya berulang, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.

Tim dokter gigi Damessa siap menelusuri penyebabnya secara menyeluruh, mulai dari memeriksa kondisi gigi tiruan, membersihkan penumpukan plak, hingga memastikan tidak ada gangguan lain yang menyertai. Dengan penanganan yang tepat sasaran, lidah berjamur pun lebih kecil kemungkinannya untuk kembali.

Referensi

  • Fungal Infections of the Oral Mucosa. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK585050/
  • Vila, T., Sultan, A. S., Montelongo-Jauregui, D., & Jabra-Rizk, M. A. (2020). Oral candidiasis: A disease of opportunity. Journal of Fungi, 6(1), 15.
  • Millsop, J. W., & Fazel, N. (2016). Oral candidiasis. Clinics in Dermatology, 34(4), 487-494.