
Rekap Singkat!
- Baking soda untuk gigi bekerja mengangkat noda permukaan, membantu menetralkan asam, dan tergolong rendah tingkat abrasivitasnya.
- Tidak semua perubahan warna dapat diatasi baking soda untuk gigi karena sebagian berasal dari lapisan yang lebih dalam.
- Sebagian orang baru menyadari giginya justru terasa ngilu setelah menyikat dengan bubuk murni dan tekanan berlebih.
- Gigi yang menggelap pada satu sisi perlu segera diperiksakan agar penyebabnya tidak tertutup oleh usaha memutihkan.
Keinginan memiliki gigi yang lebih cerah membuat banyak orang mencari cara termurah. Salah satu bahan yang paling sering disebut adalah soda kue.
Baking soda untuk gigi memang sudah lama dipakai sebagai bahan pasta gigi. Namun, memakainya dalam bentuk bubuk murni adalah hal yang berbeda.
Perdebatannya biasanya berhenti pada dua kubu, yaitu yang menganggapnya aman dan yang menganggapnya merusak. Keduanya sebenarnya menyimpan sebagian kebenaran. Oleh karena itu, cara kerjanya perlu dipahami lebih dulu.
Baking Soda untuk Gigi, Bagaimana Cara Kerjanya?
Soda kue atau natrium bikarbonat merupakan bahan abrasif halus yang sudah lama dipakai dalam formulasi pasta gigi. Efeknya bersifat mekanis pada permukaan, sehingga berbeda dari prosedur bleaching gigi yang bekerja secara kimia hingga ke lapisan dalam.
Beberapa hal yang menjelaskan cara kerja baking soda untuk gigi antara lain:
1. Mengangkat Noda Permukaan secara Mekanis
Butiran halusnya membantu melepaskan noda yang menempel di permukaan email.
Noda dari kopi, teh, dan rokok termasuk jenis yang paling terbantu. Penelitian menunjukkan pasta gigi bersoda kue cukup efektif mengangkat noda permukaan.
Baca juga: Toothpaste Whitening Beneran Bikin Gigi Putih? Ini Faktanya
Namun, mengangkat noda berbeda dengan mengubah warna dasar gigi. Warna asli gigi tetap seperti semula setelah nodanya hilang.
2. Membantu Menetralkan Suasana Asam
Baking soda untuk gigi juga memiliki sifat menyangga asam.
Kemampuan ini membantu menurunkan keasaman di dalam mulut setelah makan. Suasana yang tidak terlalu asam umumnya lebih bersahabat bagi lapisan email.
Meskipun demikian, manfaat ini tidak menggantikan peran fluoride. Perlindungan terhadap gigi berlubang tetap bergantung pada kandungan tersebut.
3. Tingkat Abrasivitas yang Tergolong Rendah
Banyak orang mengira soda kue termasuk bahan yang kasar.
Kenyataannya, tingkat abrasivitas natrium bikarbonat justru tergolong rendah dibandingkan sebagian bahan pemutih pada pasta gigi. Sejumlah pasta gigi bersoda kue bahkan memiliki nilai abrasivitas lebih rendah daripada pasta gigi pemutih biasa.
Namun, angka tersebut berlaku untuk sediaan yang sudah diformulasikan. Bubuk murni yang dipakai langsung tidak memiliki takaran maupun pelumas yang sama.
Hal yang Sering Keliru tentang Pemutihan Alami Ini
Banyak orang menganggap baking soda untuk gigi bekerja lebih cepat bila disikat lebih kuat dan lebih lama. Padahal, yang merusak umumnya bukan bahannya, melainkan tekanan sikat dan frekuensi pemakaian yang berlebihan.
Sebagian orang juga mencampurnya dengan perasan lemon agar hasilnya maksimal. Padahal, campuran asam tersebut dapat melunakkan email sehingga permukaannya lebih mudah terkikis saat disikat.
Selain itu, ada anggapan bahwa bubuk murni dapat menggantikan pasta gigi sepenuhnya. Dalam banyak kasus, kebiasaan tersebut justru menghilangkan perlindungan fluoride yang jauh lebih penting.
Kapan Baking Soda untuk Gigi Tidak Lagi Membantu?
Langkah pertama adalah membedakan noda permukaan dari perubahan warna yang berasal dari dalam gigi. Noda permukaan umumnya merata, sedangkan perubahan dari dalam sering hanya mengenai satu atau dua gigi.
Apabila warnanya tidak berubah meski kebersihan mulut sudah terjaga, penyebabnya kemungkinan bukan noda. Perubahan warna gigi dari dalam memerlukan penilaian dan penanganan yang berbeda.
Namun, beberapa keadaan sebaiknya diperiksakan lebih cepat. Satu gigi yang menggelap sendiri, gigi yang berubah warna setelah terbentur, bercak putih atau cokelat sejak kecil, ngilu yang menetap, atau gusi yang mudah berdarah perlu dinilai lebih lanjut.
Pada keadaan tersebut, baking soda untuk gigi tidak akan menyelesaikan masalahnya. Menunda pemeriksaan sambil terus menyikat justru dapat menutupi keluhan yang sebenarnya.
Cara Memakai Baking Soda untuk Gigi Secara Wajar
Baking soda untuk gigi tidak perlu dihindari sepenuhnya, tetapi cara pemakaiannya menentukan apakah ia membantu atau justru merugikan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Pilih Pasta Gigi Berformulasi, Bukan Bubuk Murni
Pasta gigi bersoda kue sudah melalui pengaturan takaran dan tingkat abrasivitas. Sediaan seperti ini jauh lebih terkendali dibandingkan bubuk yang dipakai langsung.
Bubuk murni tidak memiliki bahan pelumas maupun fluoride. Pemakaiannya juga sulit diukur sehingga mudah berlebihan.
2. Jangan Menyikat dengan Tekanan Berlebih
Tekanan kuat tidak membuat gigi menjadi lebih putih. Gerakan lembut dengan sikat berbulu halus umumnya sudah memadai.
Menyikat terlalu keras dapat mengikis email dan membuat gusi turun. Akar gigi yang terbuka justru terlihat lebih kuning.
3. Pastikan Tetap Mendapat Fluoride
Perlindungan terhadap gigi berlubang tetap bergantung pada fluoride. Mengganti pasta gigi berfluoride dengan bubuk soda kue menghilangkan perlindungan tersebut.
Apabila ingin mencoba, sebaiknya tetap menyikat dengan pasta gigi berfluoride. Keduanya memiliki peran yang berbeda.
4. Hentikan Bila Gigi Mulai Terasa Ngilu
Rasa ngilu saat minum dingin dapat menandakan lapisan email mulai menipis. Pemakaian sebaiknya dihentikan bila keluhan tersebut muncul.
Gusi yang terasa perih juga perlu diperhatikan. Keluhan yang menetap sebaiknya dikonsultasikan ke dokter gigi.
Baking Soda untuk Gigi Punya Batas yang Jelas
Jawaban atas pertanyaan di judul ternyata ada di tengah, karena bahan ini tidak seberbahaya yang ditakutkan tetapi juga tidak sehebat yang dijanjikan.
Ada beberapa hal yang perlu Anda pahami, mulai dari sifatnya yang hanya mengangkat noda permukaan, pentingnya tetap memakai fluoride, hingga cara menyikat yang benar. Baking soda untuk gigi dapat membantu tampilan, tetapi tidak mengubah warna dasar maupun mengatasi masalah dari dalam.
Bila hasilnya terasa mentok, itu wajar, karena memutihkan warna dasar gigi berada di luar jangkauan bahan rumahan. Di titik inilah pemutihan atau veneer di klinik dan di rumah memberi hasil yang jauh lebih terukur karena dikerjakan dengan bahan dan takaran medis.
Apabila Anda ingin hasil yang lebih terlihat atau menemukan gigi yang menggelap sendiri, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa. Tim dokter gigi Damessa siap melakukan pemeriksaan menyeluruh, menentukan penyebab perubahan warna, lalu menjelaskan pilihan pemutihan yang aman sesuai kondisi Anda. Dengan penilaian yang tepat, hasilnya dapat lebih cerah tanpa mengorbankan lapisan gigi.
Referensi
- Li, Y. (2017). Stain removal and whitening by baking soda dentifrice: A review of literature. The Journal of the American Dental Association, 148(11 Suppl), S20-S26.
- Hara, A. T., & Turssi, C. P. (2017). Baking soda as an abrasive in toothpastes: Mechanism of action and safety and effectiveness considerations. The Journal of the American Dental Association, 148(11 Suppl), S27-S33.
- Zero, D. T. (2017). Evidence for biofilm acid neutralization by baking soda. The Journal of the American Dental Association, 148(11 Suppl), S10-S14.