Cara Menghilangkan Bau Jengkol di Mulut, Cukup Sikat Gigi atau Perlu Trik Lain

Rekap Singkat!

  • Bau jengkol bertahan lama karena senyawa belerangnya terserap ke aliran darah, tertinggal di sela gigi, dan menempel pada lapisan lidah.
  • Tidak semua cara menghilangkan bau jengkol di mulut bekerja seketika karena sebagian bau keluar melalui embusan napas, bukan dari rongga mulut.
  • Sebagian orang baru menyadari baunya masih tercium meski sudah menyikat gigi beberapa kali.
  • Bau mulut yang menetap meski jengkol sudah lama tidak dimakan perlu ditangani agar penyebab lainnya tidak terlewat.

Jengkol termasuk lauk yang digemari, tetapi meninggalkan jejak yang sulit disembunyikan. Aromanya dapat bertahan berjam-jam setelah piring dibereskan.

Banyak orang mencari cara menghilangkan bau jengkol di mulut dengan menyikat gigi berulang kali. Sebagian merasa berhasil, sebagian lagi merasa baunya tetap saja tercium.

Perbedaan hasil itu sebenarnya bisa dijelaskan. Sebagian bau memang berasal dari mulut, tetapi sebagian lainnya keluar dari dalam tubuh. Oleh karena itu, penanganannya perlu dari dua arah sekaligus.

Cara Menghilangkan Bau Jengkol di Mulut, Mulai dari Mana?

Jengkol mengandung asam jengkolat, yaitu asam amino bersulfur yang menghasilkan senyawa belerang saat dicerna. Senyawa inilah yang menimbulkan aroma khas, dan sebagian penanganannya berkaitan erat dengan pembersihan karang gigi serta kebersihan mulut sehari-hari.

Beberapa hal yang menjelaskan mengapa baunya bertahan antara lain:

1. Senyawa Belerang yang Terbawa Aliran Darah

Sebagian senyawa belerang diserap usus dan masuk ke peredaran darah.

Senyawa tersebut kemudian dibawa ke paru-paru dan ikut keluar bersama embusan napas. Karena itu, baunya dapat tercium meski rongga mulut sudah dibersihkan.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Bau Mulut yang Membuat Tidak Percaya Diri?

Namun, jalur ini umumnya berhenti sendiri seiring waktu. Cara menghilangkan bau jengkol di mulut pada tahap ini lebih berupa mempercepat, bukan menghentikan.

2. Sisa Makanan yang Tertinggal di Sela Gigi

Serat dan sisa jengkol mudah terselip di antara gigi.

Sisa tersebut terus terurai oleh bakteri dan menghasilkan bau selama masih tertinggal. Gigi berlubang dan tambalan yang sudah rusak membuatnya lebih mudah terperangkap.

Bagian inilah yang paling dapat dikendalikan. Membersihkan sela gigi umumnya memberi perubahan yang langsung terasa.

3. Lapisan Putih di Permukaan Lidah

Permukaan lidah memiliki celah halus tempat sisa makanan menempel.

Lapisan yang menumpuk di sana menjadi tempat bakteri penghasil senyawa berbau berkembang. Bagian belakang lidah umumnya menyimpan lapisan paling tebal.

Banyak orang melewatkan bagian ini saat menyikat gigi. Padahal, lidah sering menjadi sumber bau yang paling sering terlupakan.

Hal yang Sering Keliru saat Mengatasi Bau Ini

Banyak orang mencoba cara menghilangkan bau jengkol di mulut dengan menyikat berkali-kali dan tekanan kuat. Padahal, menyikat terlalu keras dapat mengikis lapisan gigi tanpa menyentuh sumber bau yang berasal dari dalam tubuh.

Sebagian orang juga mengandalkan obat kumur beralkohol sepanjang hari. Padahal, obat kumur jenis tersebut dapat membuat mulut semakin kering, sedangkan mulut yang kering justru memperberat bau.

Selain itu, ada anggapan bahwa permen mint menyelesaikan masalahnya. Dalam banyak kasus, permen hanya menumpuk aroma baru di atas bau lama tanpa mengurangi penyebabnya.

Kapan Cara Menghilangkan Bau Jengkol di Mulut Tidak Cukup?

Langkah pertama adalah membedakan bau yang berasal dari makanan dan bau yang menetap tanpa sebab jelas. Bau akibat jengkol umumnya mereda dalam hitungan jam hingga satu hari.

Apabila bau mulut tetap ada meski jengkol sudah lama tidak dikonsumsi, penyebabnya kemungkinan berbeda. Karang gigi, gigi berlubang, radang gusi, atau tambalan yang bocor sering menjadi sumbernya, dan kondisi ini biasanya terungkap lewat pemeriksaan langsung di dokter gigi.

Namun, beberapa keadaan sebaiknya diperiksakan lebih cepat. Bau mulut yang menetap berminggu-minggu, gusi yang mudah berdarah, gigi goyang, rasa tidak enak yang terus-menerus, atau nyeri saat mengunyah perlu dinilai lebih lanjut oleh dokter gigi.

Dalam keadaan seperti itu, cara menghilangkan bau jengkol di mulut yang biasa dilakukan tidak akan banyak menolong. Pemeriksaan membantu memastikan sumber bau yang sebenarnya.

Cara Menghilangkan Bau Jengkol di Mulut yang Bisa Dicoba

Tidak ada satu cara menghilangkan bau jengkol di mulut yang bekerja seketika, tetapi menggabungkan beberapa kebiasaan biasanya memberi hasil yang jauh lebih terasa.

Beberapa cara menghilangkan bau jengkol di mulut yang dapat dicoba antara lain:

1. Sikat Gigi dan Bersihkan Sela Gigi

Menyikat gigi mengangkat sisa makanan di permukaan, tetapi sela gigi memerlukan benang gigi. Membersihkan keduanya membantu menghilangkan sumber bau yang paling mudah dijangkau.

Menyikat sebaiknya dilakukan dengan gerakan lembut dan menyeluruh. Tekanan kuat tidak membuat baunya hilang lebih cepat.

2. Bersihkan Permukaan Lidah

Lidah sebaiknya ikut dibersihkan setiap kali menyikat gigi. Pembersih lidah atau sikat berbulu lembut umumnya sudah memadai.

Gerakan menyapu dari belakang ke depan membantu mengangkat lapisan yang menumpuk. Langkah ini sering memberi perbedaan yang cukup terasa.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Air liur berperan membersihkan mulut secara alami. Mulut yang cukup lembap membuat bau lebih cepat memudar.

Minum air putih juga membantu tubuh mengeluarkan sisa senyawa belerang. Kebiasaan ini sederhana tetapi cukup berpengaruh.

4. Kunyah Bahan Beraroma Kuat

Daun mint, daun kemangi, atau seledri sering dipakai untuk menyamarkan aroma. Bahan tersebut dapat membantu meski sifatnya sementara.

Mengunyah juga merangsang produksi air liur. Peningkatan air liur membantu mempercepat pembersihan alami di mulut.

Cara Menghilangkan Bau Jengkol di Mulut Berawal dari Kebersihan

Jengkol tidak perlu dihindari selamanya, karena sebagian besar baunya bisa dikendalikan bila kebersihan mulut memang sudah baik sejak awal.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, mulai dari membersihkan sela gigi, merawat permukaan lidah, hingga menjaga mulut tetap lembap. Cara menghilangkan bau jengkol di mulut akan jauh lebih efektif bila tidak ada karang gigi atau gigi berlubang yang menahan sisa makanan.

Apabila bau mulut Anda menetap meski sudah menjaga kebersihan, sumbernya sering kali karang gigi atau lubang yang tidak terlihat mata. Keduanya tidak akan hilang hanya dengan berkumur, dan hanya bisa dibersihkan melalui scaling atau penambalan oleh dokter gigi.

Konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa untuk memastikan penyebabnya. Tim dokter gigi Damessa siap membersihkan karang gigi, memeriksa tambalan yang bocor, serta merapikan sumber bau yang selama ini tersembunyi. Dengan mulut yang benar-benar bersih, cara menghilangkan bau jengkol di mulut yang Anda lakukan pun akan terasa jauh lebih berhasil.

Referensi

  • Scully, C., & Greenman, J. (2008). Halitosis (breath odour). Periodontology 2000, 48, 66-75.
  • Van der Sleen, M. I., Slot, D. E., Van Trijffel, E., Winkel, E. G., & Van der Weijden, G. A. (2010). Effectiveness of mechanical tongue cleaning on breath odour and tongue coating: A systematic review. International Journal of Dental Hygiene, 8(4), 258-268.
  • Kapoor, U., Sharma, G., Juneja, M., & Nagpal, A. (2016). Halitosis: Current concepts on etiology, diagnosis and management. European Journal of Dentistry, 10(2), 292-300.