Rongga Mulut dan Diabetes

Rekap Singkat!

  • Diabetes tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga berdampak pada kesehatan rongga mulut.
  • Kadar gula darah yang tinggi dapat menurunkan produksi air liur, meningkatkan risiko infeksi, serta memperparah penyakit gusi.
  • Penderita diabetes lebih rentan mengalami periodontitis, mulut kering (xerostomia), hingga infeksi jamur seperti kandidiasis.
  • Hubungan antara rongga mulut dan diabetes bersifat dua arah karena infeksi di rongga mulut juga dapat memperburuk kontrol gula darah.
  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mengontrol kadar gula darah sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Sahabat Damessa pernah mendengar cerita atau curhatan dari orang-orang terdekat tentang diabetes, nggak, sih? Selain keluhan klasik seperti sering haus, sering buang air kecil di malam hari, serta mudah sekali lapar, ternyata diabetes juga bisa menimbulkan keluhan di rongga mulut, lho! Mulai dari mulut kering, sensasi terbakar, hingga gusi yang mudah berdarah.

Namun, mengapa diabetes dapat berdampak sampai ke kesehatan gigi dan mulut? Apakah rongga mulut dan diabetes saling berhubungan? Yuk, cari tahu penjelasannya bersama!

Apa Itu Diabetes?

Diabetes merupakan suatu penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula yang berlebih dalam tubuh (hiperglikemia). Data dari International Diabetes Federation menunjukkan bahwa 11.3% (20 juta) populasi dewasa di Indonesia mengalami diabetes.

Keadaan hiperglikemia dalam tubuh terjadi dikarenakan kurangnya sekresi insulin atau resistensi terhadap aksi insulin atau bahkan keduanya. Hiperglikemia mampu menyebabkan komplikasi yang berbeda di berbagai bagian tubuh termasuk rongga mulut. Alasan ini membuat rongga mulut dan diabetes berhubungan sehingga kontrol gula darah sangat diperlukan.

Bagaimana Rongga Mulut dan Diabetes Saling Berhubungan?

Studi menunjukkan bahwa pada orang dengan HbA1c di atas 7% (yang berarti gula darahnya kurang terkontrol), produksi air liur cenderung menurun. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kadar gula darah yang tinggi dan sering buang air kecil (poliuria) membuat tubuh menjadi kehilangan banyak cairan. Akibatnya, produksi air liur berkurang dan air liur pun menjadi lebih kental. Padahal, air liur dalam rongga mulut memiliki peran yang penting, yakni untuk membilas bakteri di permukaan gigi.

Baca juga: Mengenal Tablet Fluor dalam Menjaga Kesehatan Email Gigi

Ketika air liur yang diproduksi sedikit dan menjadi kental, bakteri yang mampu menyebabkan gigi berlubang menjadi lebih mudah menempel dan berkembang. Rongga mulut dan diabetes dapat berhubungan dikarenakan kadar gula dalam air liur pada penderita diabetes juga bisa meningkat. Gula ini yang berperan menjadi suplai makanan bagi bakteri sehingga bakteri lebih cepat berkembang dan risiko gigi berlubang juga meningkat.

Masalah pada Rongga Mulut yang Sering Dialami Penderita Diabetes

Rongga mulut dan diabetes dapat menimbulkan berbagai masalah bila tidak diatasi, di antaranya:

1. Penyakit Gusi

Penyakit gusi dan jaringan penyangga gigi (periodontal) merupakan salah satu masalah kesehatan mulut utama yang sering ditemukan oleh dokter gigi pada pasien diabetes. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit periodontal, baik dari segi angka kejadian, tingkat keparahan, maupun perkembangannya. Selain itu, penderita diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol cenderung mengalami periodontitis yang lebih parah dibandingkan orang tanpa diabetes. 

Mengapa hal ini bisa terjadi? Pada penderita diabetes, terutama dengan gula darah yang tidak stabil, sistem kekebalan tubuh tidak bekerja secara optimal. Saat terjadi infeksi pada gusi, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan yang berlangsung lama di dalam tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan kadar zat-zat peradangan dalam darah.

Selain itu, komposisi bakteri di bawah gusi pada penderita diabetes bisa berbeda dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Perbedaan ini dapat memperparah reaksi peradangan. Kadar gula yang tinggi dalam cairan di sekitar gusi turut menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri di jaringan periodontal. Akibatnya, infeksi dan peradangan menjadi semakin sulit dikendalikan. Peradangan dan pertumbuhan bakteri ini saling memengaruhi dan memperburuk kondisi periodontitis pada penderita diabetes.

Di sisi lain, penyakit periodontal yang tidak ditangani juga dapat memengaruhi kontrol gula darah. Peradangan kronis akibat infeksi gusi dapat membuat pengaturan gula darah menjadi lebih sulit. Diabetes yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan risiko radang gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi (kehilangan tulang alveolar). 

2. Gangguan Produksi Air Liur

Dalam rongga mulut, air liur memiliki berbagai peran penting. Air liur membantu membersihkan sisa makanan, melawan bakteri, serta menjaga kelembapan mulut. Namun, pada penderita diabetes, produksi dan kualitas dari air liur dapat mengalami gangguan. Keluhan mulut kering (xerostomia) cukup sering dialami oleh orang dengan diabetes.

Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Air liur membantu membersihkan sisa makanan, melawan bakteri, serta menjaga kelembapan mulut. Namun, pada penderita diabetes, produksi dan kualitas air liur dapat mengalami gangguan.

Keluhan mulut kering (xerostomia) cukup sering dialami oleh orang dengan diabetes. Kondisi ini bisa terjadi karena kadar gula darah yang tinggi, dehidrasi akibat sering buang air kecil, serta gangguan pada kelenjar air liur.

Selain itu, semakin tinggi kadar gula darah yang tidak terkontrol, produksi air liur cenderung semakin menurun. Akibatnya, mulut terasa kering, lengket, atau tidak nyaman. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi pada jaringan mulut, meningkatkan risiko sariawan, bau mulut, hingga infeksi.

3. Gigi Berlubang (Karies)

Studi menunjukkan bahwa hubungan antara diabetes melitus dan karies sangatlah kompleks. Hingga saat ini, belum ada bukti dan hubungan yang jelas bahwa diabetes melitus mampu menyebabkan terjadinya karies.

Meskipun demikian, pada pasien dengan diabetes melitus kemungkinan memiliki lebih banyak karies gigi dikarenakan kebersihan mulut yang buruk atau konsumsi makanan yang lebih banyak dalam sehari. Selain itu, produksi dari air liur yang kurang pada penderita diabetes dinilai mampu meningkatkan risiko terjadinya karies.

4. Infeksi pada Rongga Mulut

Beberapa gangguan pada jaringan lunak mulut memang dapat ditemukan pada penderita diabetes. Namun, sebenarnya kondisi ini tidak terlalu sering terjadi. Salah satu kelainan yang bisa muncul adalah lichen planus pada rongga mulut. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bercak atau garis putih pada mukosa mulut yang kadang terasa perih.

Infeksi jamur Candida juga dapat terjadi pada penderita diabetes. Bentuk yang sering terlihat adalah kandidiasis pseudomembranosa (bercak putih yang dapat dikerok) atau median rhomboid glossitis, yaitu area kemerahan berbentuk oval di bagian tengah belakang lidah. Infeksi ini bisa muncul karena sistem pertahanan tubuh yang menurun, terutama jika pengobatan insulin tidak teratur atau kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.

Selain itu, beberapa laporan menyebutkan adanya kondisi yang disebut geographic tongue (lidah geografik), yaitu bercak kemerahan pada lidah yang tampak berpindah-pindah. Meski kondisi ini pernah dilaporkan pada penderita diabetes, sebagian besar orang yang mengalami lidah geografik sebenarnya tidak menderita diabetes. Artinya, tidak semua kelainan tersebut merupakan tanda pasti adanya diabetes.

Bagaimana Cara Menjaga Rongga Mulut pada Penderita Diabetes?

Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting bagi penderita diabetes untuk menurunkan risiko infeksi di rongga mulut. Perawatan sederhana seperti menyikat gigi secara teratur, menggunakan benang gigi, dan rutin memeriksakan diri ke dokter gigi dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius.

International Diabetes Federation menganjurkan agar penderita diabetes melakukan evaluasi rutin setidaknya setahun sekali terkait kepatuhan dalam menjaga kebersihan gigi sehari-hari. Ketika gula darah tinggi dan tidak stabil, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi pada gusi. Selain itu, kondisi ini juga dapat menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga kontrol akan gula darah menjadi semakin sulit.

Sekarang Sahabat Damessa sudah tahu, kan, bahwa diabetes bukan hanya soal gula darah, tetapi juga kesehatan tubuh kita secara keseluruhan. Rongga mulut sebagai benteng pertahanan dari tubuh kita yang paling awal seringkali juga menjadi pertanda dari adanya kelainan dalam tubuh kita.

Dengan deteksi dini dan perawatan yang rutin maka kualitas hidup juga akan jadi lebih baik. Yuk, Sahabat Damessa, segera periksakan keadaan rongga mulutmu ke Klinik Damessa terdekat, ya! Untuk informasi menarik lainnya, follow juga Instagram @damessa.dentalclinic.

Referensi: